Kontraksi Asli atau Palsu? dr Indra Tarigan Ungkap Tanda Persalinan yang Wajib Dikenali Ibu Hamil

Agus Pramono • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 15:30 WIB
dr Indra Tarigan menjelaskan soal kontraksi.(FB Doa Ibu Persada)
dr Indra Tarigan menjelaskan soal kontraksi.(FB Doa Ibu Persada)

KALTENGPOS.JAWAPOS.COM – Membedakan kontraksi asli dan kontraksi palsu menjadi hal penting bagi ibu hamil, terutama ketika usia kehamilan sudah mendekati persalinan.

Rasa mulas atau kencang pada perut memang belum tentu menandakan persalinan segera dimulai. Namun, ada beberapa ciri yang dapat menjadi tanda bahwa kontraksi tersebut merupakan kontraksi persalinan.

Baca Juga: Ingin Cepat Hamil? dr Indra Tarigan Ungkap Makanan Kaya Omega-3 yang Bisa Mendukung Kesuburan

Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr Indra Tarigan, menjelaskan kontraksi persalinan asli biasanya datang secara teratur dan semakin lama semakin kuat.

“Kalau kontraksi sudah teratur dan semakin kuat, air ketuban keluar, atau terjadi perdarahan, segera datang ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa,” katanya, dikutip dari laman Facebook miliknya.

Ciri Kontraksi Asli Menjelang Persalinan

Menurut dr Indra, beberapa tanda yang perlu diperhatikan ketika ibu hamil mulai mengalami kontraksi antara lain:
•    Kontraksi datang secara teratur dan frekuensinya semakin sering.
•    Intensitas kontraksi semakin kuat dengan durasi yang semakin lama.
•    Kontraksi tidak menghilang hanya karena beristirahat atau mengubah posisi tubuh.
•    Dapat disertai keluarnya lendir bercampur darah.
•    Dapat disertai keluarnya air ketuban.
•    Rasa nyeri semakin terasa dan pada sebagian ibu dapat menjalar dari punggung hingga ke bagian perut.

Karena itu, ibu hamil sebaiknya tidak hanya menunggu sampai air ketuban pecah untuk mendapatkan pemeriksaan.

Baca Juga: Program Hamil, Apakah Boleh Pasutri Berhubungan Seks Setiap Hari? Ini Penjelasannya

Mules Sudah Seharian, Jangan Tunggu Ketuban Pecah

Indra mengingatkan, ibu hamil yang mengalami mulas atau kontraksi secara terus-menerus perlu memperhatikan perubahan pola nyerinya.

Terlebih jika rasa sakit semakin kuat, kontraksi menjadi teratur, nyeri terasa hingga ke pinggang, muncul lendir bercampur darah, atau terdapat cairan yang diduga sebagai air ketuban.

“Padahal mules-mules sudah satu hari satu malam. Jangan menunggu pecah ketuban dulu baru ke dokter,” ujarnya.

Baca Juga: Gen Z Disebut Makin Takut Melahirkan, dr Indra Tarigan Soroti Pengaruh Media Sosial

Ia bahkan menceritakan pengalaman menangani pasien yang terlambat menuju fasilitas kesehatan hingga akhirnya melahirkan di perjalanan.

“Jangan kayak pasien saya ya, melahirkan di mobil,” celetuknya.

Karena itu, ketika muncul tanda-tanda persalinan, ibu hamil dianjurkan segera menghubungi tenaga kesehatan atau datang ke fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi ibu dan bayi.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi dr Indra Tarigan kontraksi fasilitas kesehatan ibu hamil