PALANGKA RAYA - Generasi muda, khususnya Generasi Z, memiliki posisi strategis dalam mendorong perubahan cara masyarakat memahami dan merawat kesehatan mental. Potensi tersebut menjadi salah satu gagasan utama dalam Generation Scientific Midwifery Exhibition of Indonesia (GSM EXI) VIII Tahun 2026 yang diselenggarakan Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
GSM EXI VIII mengangkat tema “Optimalisasi Peran Generasi Z sebagai Agen Transformasi Pelayanan Kesehatan Mental melalui Edukasi Kreatif Berbasis Komunitas”. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian peringatan Dies Natalis ke-25 Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dan dirancang sebagai ruang ilmiah, kreativitas, kompetisi, serta kolaborasi bagi pelajar dan mahasiswa di bidang kesehatan.
Rangkaian kegiatan berlangsung sejak technical meeting, presentasi dan penilaian lomba, hingga webinar nasional sebagai puncak acara. Presentasi lomba dilaksanakan pada Senin, 21 September 2026 secara terintegrasi melalui auditorium dan Zoom Meeting, dengan peserta memasuki breakout room sesuai kategori lomba.
Baca Juga: Poltekkes Palangka Raya dan Dispursip Kalteng Perkuat Kolaborasi Bidang Perpustakaan dan Literasi
Berdasarkan rekapitulasi panitia, GSM EXI VIII mencatat 78 pendaftar atau tim lomba. Sebanyak 66 pendaftar berasal dari kategori mahasiswa dan 12 pendaftar dari kategori siswa. Dari bentuk keikutsertaannya, tercatat 61 peserta individu dan 17 tim atau kelompok. Para peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah di sejumlah daerah di Indonesia.
Lima kategori kompetisi yang diselenggarakan meliputi Essay tingkat mahasiswa, Poster tingkat mahasiswa, Video Edukasi tingkat mahasiswa, Video Edukasi tingkat siswa, serta Cerita Pendek tingkat siswa. Pada sesi presentasi, peserta memaparkan karya mereka di hadapan dewan juri melalui ruang-ruang breakout yang telah disiapkan panitia.
Puncak GSM EXI VIII dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026 melalui Webinar Nasional yang diikuti sekitar 200 peserta secara daring. Webinar menghadirkan empat narasumber, yakni Rensi, M.Psi., Psikolog dari DP3APPKB Provinsi Kalimantan Tengah; Cesa Septiana Pratiwi, M.Mid., Ph.D. dari Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta; Dr. (c) Bdn. Nurul Syuhfal Ningsih, S.ST., M.Kes. dari Politeknik Karya Husada; serta Dr. Cia Aprilianti, SST., MPH dari Poltekkes Kemenkes Palangka Raya.
Salah satu materi yang disampaikan dalam webinar mengangkat “Transformasi Edukasi Kesehatan Mental Berbasis Komunitas: Peran Generasi Z dalam Promosi Kesehatan yang Kreatif dan Berkelanjutan”. Materi tersebut menempatkan Generasi Z bukan sekadar sebagai penerima informasi, tetapi sebagai komunikator, inovator, peer support, dan penggerak edukasi kesehatan yang dekat dengan komunitasnya.
Direktur Poltekkes Kemenkes Palangka Raya, Dr. Agus Wijanarka, S.Si.T., M.Kes., dalam sambutannya menekankan bahwa kegiatan GSM EXI VIII merupakan ruang ilmiah, kreativitas, kompetisi dan kolaborasi. Ia juga menyoroti pentingnya generasi muda memanfaatkan teknologi dan kreativitas untuk menghadirkan solusi, bukan hanya mengikuti perkembangan zaman.
“Kepada para pelajar dan mahasiswa, saya menitipkan satu pesan: manfaatkan teknologi dan kreativitas bukan hanya untuk mengikuti perkembangan zaman, tetapi untuk menghadirkan solusi. Jadilah generasi yang mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan, mengubah kepedulian menjadi karya, dan mengubah tantangan menjadi kesempatan untuk memberikan manfaat kepada sesama.” ujarnya
Menurut panitia, partisipasi peserta yang datang dari sekitar 29 institusi pendidikan menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk mengekspresikan gagasan kesehatan melalui beragam media. Karya berupa poster, esai, video edukasi dan cerita pendek dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi media komunikasi kesehatan yang lebih kreatif, sederhana dan relevan bagi masyarakat.
Rangkaian webinar tidak hanya berfungsi sebagai forum pembelajaran, tetapi juga menjadi momentum apresiasi terhadap kreativitas peserta. Pada bagian penutupan dilaksanakan pengumuman pemenang lomba dan pemberian penghargaan kepada peserta terbaik dari masing-masing kategori.
Ketua Panitia GSM EXI VIII Tahun 2026, Febry Alberto, SKM., MPH, menyampaikan bahwa keberhasilan kegiatan tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta atau karya yang dikompetisikan. Panitia berharap kegiatan ini menjadi tempat lahirnya ide baru, kreativitas, jejaring dan kolaborasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama dalam penyampaian edukasi kesehatan mental yang mudah dipahami dan dekat dengan generasi muda.
Momentum Dies Natalis ke-25 juga
diharapkan memperkuat kontribusi Poltekkes Kemenkes Palangka Raya dalam membangun budaya akademik, inovasi, kreativitas dan kolaborasi. Melalui GSM EXI VIII, institusi mendorong generasi muda agar mampu mengubah pengetahuan menjadi tindakan, kepedulian menjadi karya, serta tantangan menjadi kesempatan untuk memberi manfaat bagi kesehatan masyarakat. (sma)
Editor : Ayu Oktaviana