PANGKALAN BUN – Hujan yang saat ini terus terjadi dan disertai angin kencang membuat beberapa pohon dibsepanjang jalan di wilayah Pangkalan Bun rawan tumbang.
Akibatnya tidak jarang membuat pengendara ataupun warga yang melintas merasa was-was dan takut. Karena banyak yang sudah berumur puluhan tahun. Bahkan beberapa sudah lapuk dan mati.
Menurut Plt Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andan Santana, bahwa langkah penebangan ini dilakukan sesuai perintah Bupati Kobar Hj Nurhidayah.
Beliau meminta kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan tindakan penebangan. Alhasil beberapa petugas langsung turun ke lapangan disepanjang jalan perkotaan.
Dengan menggunakan peralatan lengkap langsunh menebang beberapa pohon yang memang sudah saatnya ditebang.
"Kami langsung turun kelapangan melakukan pengecekan dan penebangan pohon yang sudah tua dan mati. Kami sisir satu-satu pohon yang ada didalam perkotaan karena rawan tumbang,"katanya.
Ia menambahkan, tercatat 83 pohon lapuk tersebar di jalur protokol, dengan jumlah terbanyak di Kelurahan Madurejo (35 pohon).
Sisanya tersebar di Pasir Panjang (20 pohon), Sidorejo (18 pohon), Kelurahan Baru (9 pohon), dan Mendawai (satu pohon). Dan untuk proses penebangan melibatkan belasan personel TRC BPBD dibantu PLN, Telkom, dan SBTV.
Sejumlah kabel sempat terdampak, namun segera diperbaiki. Semua berjalan aman dan lancar, tidak ada kerusakan fasilitas umum.
"Tindakan cepat ini dilakukan karena cuaca hujan serta angin besar yang kerap terjadi diwilayah Kobar. Kami tidak ingin nantinya menyebabkan terjadinya korban dan langsung dilakukan tindakan penebangan,"ucapnya.(son)