Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Pembangunan Gereja di Desa Sumber Makmur Kotim Gagal, Jumlah Jemaat dan Penolakan Warga Jadi Penyebab Utama

Agus Pramono • Senin, 21 Juli 2025 | 12:48 WIB

 

Surat dari Des Sumber Makmur
Surat dari Des Sumber Makmur

SAMPIT-Rencana pembangunan gereja di lingkungan RT 007 RW 003 Desa Sumber Makmur, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, Kotim terpaksa tertahan.

Hal itu karena penolakan dari sebagian warga setempat dan belum terpenuhinya syarat administratif utama.

Hal itu ditegaskan Pemerintah Desa Sumber Makmur dalam surat pemberitahuan resmi yang ditandatangani Kepala Desa Supriyo.

Dalam surat yang ditanda tangani pada Jum’at (18/7/2025) tersebut dijelaskan bahwa pihak desa telah melakukan konsultasi dengan unsur Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika). 

“Setelah kami konsultasi dengan pihak muspika dan dilakukan cek lapangan sampel secara acak di lingkungan setempat, berdasarkan hasil cek lapangan bersama muspika ditemukan bahwa belum memenuhi syarat jumlah jemaat yang berdomisili di lingkungan setempat,” tulis Supriyo dalam surat yang diterima Kalteng Pos. 

Bukan hanya itu, penolakan dari sebagian warga RW 003 juga menjadi pertimbangan utama. Keberatan mereka disampaikan secara resmi dan diperkuat dengan bukti tanda tangan.

“Di wilayah RW 003 belum menyetujui pembangunan tempat rumah ibadah gereja, yang dikuatkan dengan tanda tangan penolakan dari sebagian warga di lingkungan setempat,” lanjutnya. 

Atas dasar dua temuan itu, Pemerintah Desa Sumber Makmur menyatakan belum bisa memberikan izin pembangunan tempat ibadah berupa gereja.

“Maka dari itu kami Pemerintahan Desa Sumber Makmur belum bisa memberikan izin pembangunan tempat ibadah berupa gereja di lingkungan RT 007 RW 003 Desa Sumber Makmur,” sebutnya.(mif/ram)

Editor : Agus Pramono
#izin pembangunan #pembangunan gereja #kotim #jemaat #Mentaya Hilir Utara #penolakan warga #tempat ibadah #Desa sumber makmur