SAMPIT-Perubahan besar akan mewarnai peta pertahanan di Kalimantan Tengah. Markas Komando Resort Militer (Korem) 102/Panju Panjung dijadwalkan bergeser dari Palangka Raya ke Sampit pada 20 Agustus 2025.
Pemindahan ini diyakini akan membawa dampak positif bagi pengamanan wilayah Kotawaringin Timur (Kotim) dan sekitarnya.
Perwira Seksi Operasi Koramil Baamang yang juga menjabat Pj Dandim 1015/Sampit, Kapten Infanteri Syahidin, menjelaskan langkah ini diambil setelah Palangka Raya resmi menjadi pusat Komando Daerah Militer (Kodam) XXII/Tambun Bungai yang membawahi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan.
“Karena Palangka Raya ditingkatkan statusnya menjadi Kodam, maka Korem bergeser ke Sampit. Semua pengembangan satuan TNI berorientasi pada pertahanan dan keamanan,” ujarnya dalam acara Coffee Morning di rumah jabatan Bupati Kotim, Selasa (12/8/22025).
Menurutnya, Sampit dipilih karena posisinya dinilai strategis dan mudah diakses dari berbagai jalur transportasi.
“Di sini ada pelabuhan, bandara, dan lokasinya berada di tengah-tengah antara Palangka Raya dan Kotawaringin Barat,” imbuhnya.
Tahap awal relokasi akan memanfaatkan Markas Kodim 1015/Sampit di Jalan MT Haryono sebelum pembangunan markas baru di lahan alternatif di belakang Kompi Senapan A Yonif 631/Antang.
Kodim 1015/Sampit sendiri telah pindah ke eks kantor UPT Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah di Jalan Kapten Mulyono.
Syahidin menambahkan, pergeseran ini akan memengaruhi distribusi personel. Sebagian anggota Kodim akan bertugas di Korem, namun secara total jumlah prajurit TNI di Sampit akan bertambah karena ada personel dari Palangka Raya yang ikut dipindahkan.
“Dengan begitu, kekuatan pertahanan di Kotim akan semakin optimal,” pungkasnya.(mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana