SAMPIT – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) turut serta dalam ajang Sampit Trade Expo 2025 yang digelar sejak Sabtu (23/8). Melalui stan pameran bertema Pendidikan Masa Depan, Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia, Disdik menghadirkan beragam karya siswa dari tingkat TK, SD, hingga SMP.
Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan bahwa keikutsertaan pihaknya tidak hanya untuk memamerkan hasil kerajinan, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas anak-anak di sekolah.
“Kerajinan yang dipamerkan ini adalah karya anak-anak. Kami berharap masyarakat bisa melihat langsung hasil kreativitas siswa. Jadi, bukan hanya belajar di kelas, tapi anak-anak juga punya karya nyata yang bisa dibanggakan,” ujarnya, Senin (25/8).
Selain menampilkan kerajinan, Disdik juga memperkenalkan konsep tujuh kebiasaan baik anak Indonesia. Menurut Irfansyah, hal ini penting untuk mendukung pembentukan karakter generasi muda agar lebih unggul dan berdaya saing.
“Di sini kami juga mempromosikan tentang tujuh kebiasaan baik anak Indonesia. Itu kami gabungkan dengan pameran karya. Jadi, masyarakat bisa melihat bagaimana sekolah tidak hanya mengajarkan ilmu, tapi juga menanamkan nilai-nilai karakter sejak dini,” jelasnya.
Pameran pendidikan ini juga dilengkapi dengan informasi berbagai program Disdik, termasuk lomba siswa maupun lomba guru. Beberapa karya yang dipamerkan bahkan dapat dipesan langsung oleh pengunjung.
“Sebagian karya yang dipamerkan juga bisa dipesan, misalnya kerajinan dari sekolah. Jadi selain edukatif, ini juga bisa memberikan nilai tambah bagi siswa dan sekolah yang membuatnya,” pungkasnya.(bah)
Editor : Ayu Oktaviana