SAMPIT – Di tengah barisan mobil hias, sesuatu yang berbeda muncul dalam pawai pembangunan memperingati HUT ke-80 RI di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Sabtu (30/8/2025).
Dari kejauhan, barisan putih terikat erat seperti jenazah yang baru dikafani berjalan perlahan. Rambut panjang menjuntai, wajah pucat dengan tatapan kosong ikut melintas.
Sejenak, seolah-olah arwah penasaran keluar dari cerita mistis untuk menampakkan diri di tengah kota.
Warga yang berdesakan di tepi jalan sontak riuh. Ada yang menjerit, ada pula yang menutup mata anaknya.
Sosok itu tak hanya berdiam diri. Mereka bahkan mengejar penonton termasuk anak-anak hingga berlarian histeris.
“Cukup menghibur, tapi anak saya tadi juga sempat takut melihat pocong berjalan di depan. Untung cepat ditenangkan,” tutur Rini, salah seorang penonton yang menyaksikan dari dekat.
Sosok-sosok menyeramkan itu ternyata merupakan relawan Dompet Peduli yang tampil dengan cosplay bertema hantu. Mereka menghadirkan pocong, kuntilanak, hingga tuyul. Para hantu itu menaiki ambulance.
Sesekali mereka berjalan kaki di barisan pawai, diiringi ambulans sebagai simbol kepedulian kemanusiaan.
Momen makin unik ketika para cosplayer hantu berhenti di panggung kehormatan dan berfoto bersama Bupati Kotim Halikinnor.
Perpaduan antara perayaan kemerdekaan dengan kehadiran makhluk gaib menjadikan pawai tahun ini begitu berbeda dan tak terlupakan.
Menurut penyelenggara, kreativitas Dompet Peduli sengaja dikemas dalam nuansa horor agar lebih mudah menyentuh perhatian publik.
“Pesan yang kami bawa sederhana, menumbuhkan empati dan solidaritas sosial di tengah masyarakat,” ujar salah seorang relawan. (mif)