Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ratusan Pelajar SMP di Kotim Terindikasi Alami Gangguan Kesehatan Jiwa Ringan

Ayu Oktaviana • Senin, 22 September 2025 | 17:25 WIB
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi
Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi

SAMPIT – Senyum ceria yang kerap terlihat di wajah para pelajar ternyata tak selalu mencerminkan kondisi batin mereka. Hal itu terungkap saat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan cek kesehatan gratis (CGK) di sejumlah SMP. Dari presentase yang didapat sejauh ini, setidaknya ada sebanyak 48,27 persen anak usia sekolah mengalami gangguan kesehatan jiwa.

Kepala Dinkes Kotim, Umar Kaderi, menyebut temuan ini cukup mengejutkan. Sebab, selama ini gangguan kesehatan jiwa lebih banyak dikaitkan dengan orang dewasa. Namun kenyataan berbeda justru ditunjukkan para remaja di bangku sekolah menengah pertama. Meski begitu, mereka diindikasikan mengalami gangguan kesehatan jiwa berupa kecemasan dan belum mengarah ke dalam gangguan depresi atau gila.

“Ini pelajar SMP, dan jumlahnya cukup tinggi. 100 lebih. Gangguan kesehatan jiwa yang dialami memang masih tergolong ringan, namun tetap harus ditindaklanjuti karena kita belum tahu penyebab pastinya,” ujar Umar, beberapa waktu lalu.

Ia menduga, gejala gangguan jiwa pada pelajar dipicu oleh banyak faktor. Seperti akademik, pengalaman perundungan, hingga masalah keluarga maupun pergaulan di lingkungan sekolah bisa menjadi pemicu.

Pihaknya akan melakukan survei mendalam guna mengambil langkah agar tidak semakin parah.

“Kami akan melakukan survei mendalam untuk mengetahui apa penyebab utamanya. Begitu penyebabnya terungkap, Insya Allah kami akan lakukan intervensi agar tidak semakin parah dan bisa segera ditangani,” tegasnya.

Temuan ini menurutnya menjadi alarm penting bagi dunia pendidikan. Umar mengingatkan, kesehatan mental pelajar sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Karena itu, dukungan semua pihak sangat dibutuhkan.

“Permasalahan ini penting untuk kerjasama semua pihak, baik sekolah, keluarga, maupun masyarakat, untuk menciptakan lingkungan yang sehat secara fisik maupun psikis bagi para pelajar,” sebutnya.

Selain memeriksa kondisi psikologis, kegiatan kesehatan gratis ini juga mencakup berbagai pemeriksaan lain, mulai dari cek gula darah, darah lengkap, hingga deteksi dini kanker dengan memeriksa adanya benjolan pada tubuh.

Setiap siswa memerlukan waktu sekitar 15 menit untuk menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.

“Satu orang anak bisa memakan waktu 15 menit untuk pemeriksaan lengkap, karena banyak hal yang diperiksa,” imbuhnya. (mif/ram)

Mobil operasional PT TPL terbakar setelah aksi anarkis massa di areal konsesi Aek Nauli, Simalungun, Jumat (19/9/2025). Enam orang dilaporkan luka-luka.
Mobil operasional PT TPL terbakar setelah aksi anarkis massa di areal konsesi Aek Nauli, Simalungun, Jumat (19/9/2025). Enam orang dilaporkan luka-luka.
Editor : Ayu Oktaviana
#akademik #cek kesehatan gratis #gangguan kesehatan jiwa #kondisi psikologis #deteksi dini kanker #kecemasan #kesehatan mental #batin #kotawaringin timur