Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Sagara Eye Care, Klinik Layanan Retina Pertama di Kotim

Agus Pramono • Sabtu, 27 September 2025 | 19:30 WIB
Klinik Sagara Eye Carenmemberi pelayanan kesehatan mata
Klinik Sagara Eye Carenmemberi pelayanan kesehatan mata

 

SAMPIT-Klinik Sagara Eye Care resmi memulai proses akreditasi layanan kesehatan mata di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pada Sabtu (27/9/2025).

Klinik yang selama ini menjadi rujukan pasien mata di Sampit itu disebut-sebut sebagai satu-satunya fasilitas khusus mata di Kotim yang membuka layanan retina.

Kelulusannya dalam akreditasi dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan di daerah.

Tertundanya pengajuan akreditasi, kata penanggung jawab klinik dr Yuendri Irwanto, tak lepas dari sejumlah keluhan pasien yang masuk selama operasional klinik.

Masalah ruang tunggu yang sempit dan terasa panas menjadi sorotan utama, sehingga manajemen memilih memperbaiki fisik bangunan sebelum benar-benar menyelesaikan proses akreditasi.

Perbaikan inilah yang menurut dr Yuendri memakan waktu dan menjadi alasan pengajuan yang terlambat.

“Klinik Sagara adalah klinik utama terakhir yang diakreditasi. Hal itu karena keluhan penggunaan ruang tunggu yang sempit dan panas. Kami berupaya mengatasi hal ini dengan memperluas bangunan di bagian belakang,” ujarnya. 

Langkah perbaikan yang telah dilakukan untuk menambah kenyamanan pasien.

Selain perluasan, Klinik Sagara juga tengah menyiapkan layanan tambahan berupa optik agar pasien bisa mendapatkan rangkaian layanan mata yang lebih lengkap di satu tempat. 

Saat ini klinik baru membuka etalase optik dan sedang menyiapkan berkas untuk mengurus izin operasional optik tersebut.

Dengan begitu, pasien nantinya bisa melakukan pemeriksaan retina, mendapatkan kacamata, serta layanan lanjutan tanpa harus merujuk keluar daerah.

“Ada keluhan kalau semuanya harus diselesaikan di Klinik Sagara Eye Care. Karena itu setelah perluasan kami akan membuka optik. Saat ini baru tahap membuka etalase; setelah ini kami urus izin optiknya. Jadi semua nanti kita layani,” katanya. 

Dalam klinik tersebut, dokter yang memimpin klinik merupakan salah satu konsultan mata satu-satunya di Kalteng. Sehingga tak heran jika layanan di klinik tersebut tergolong bagus. 

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kotim, Siddik Nurahman, menegaskan akreditasi fasilitas kesehatan primer di Kotim telah berjalan bertahap sejak 2015, mulai dari puskesmas, klinik pratama, hingga klinik utama. 

Dari lima klinik utama yang ada, Klinik Sagara adalah yang terakhir menyelesaikan proses akreditasi.

Menurut Siddik, proses survei akreditasi tidak mudah karena mencakup banyak aspek teknis dan manajerial.

“Akreditasi fasilitas kesehatan primer sudah berjalan sejak 2015. Bertahap dari puskesmas, klinik pratama lalu utama. Dari lima klinik utama, hanya Klinik Sagara yang belum terakreditasi. Kita bersyukur, 90 persen tim surveinya berasal dari Lafkespri, dan hasilnya hampir paripurna. Untuk hari ini kami berharap dapat paripurna,” kata Siddik.

Di sisi lain dr Yulius, ketua tim surveyor Lafkespri,menyambut baik raihan akreditasi itu dan menilai keberadaan Klinik Sagara sebagai kebanggaan warga Kotim.

Dia juga mengingatkan agar manajemen klinik terus memperbaiki dokumen dan proses internal sesuai masukan tim survei sebelum laporan akhir dikirim ke pusat, karena penentuan wilayah layanan dan batasan kewenangan klinik nantinya akan diputuskan oleh pihak pusat.

“Walaupun pelayanannya sudah bagus, tetap harus diakreditasi karena regulasi mengharuskan demikian. Persiapkan dokumen sebaik-baiknya karena prosesnya tidak sebentar. Kalau puskesmas ada lima bab, klinik ada tiga bab yang harus dipenuhi,” bebernya. 

Dengan akreditasi diharapkan Klinik Utama Sagara Eye Care semakin memperkuat perannya dalam membangun kesehatan mata masyarakat Kotim bukan semata pemenuhan regulasi, tetapi juga upaya berkelanjutan untuk menjamin keamanan dan keselamatan pasien, serta membantu pasien agar bisa kembali mandiri tanpa membebani keluarga. (mif/sli)

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
Editor : Agus Pramono
#retina #kotim #sampit #klinik mata #layanan kesehatan