Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

BMKG Peringatkan Potensi Rob, Pesisir Kobar dan Kotim Diminta Waspada

Agus Pramono • Rabu, 1 Oktober 2025 | 11:25 WIB
Bank BJB
Bank BJB

 

SAMPIT – Gelombang pasang tinggi kembali mengintai wilayah pesisir Indonesia pada Oktober 2025 ini. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan potensi terjadinya banjir pesisir atau rob akibat fenomena perigee, yakni posisi bulan berada paling dekat dengan bumi, yang bertepatan dengan bulan purnama pada 7 Oktober mendatang.

Fenomena tersebut berpotensi meningkatkan ketinggian muka air laut sehingga menimbulkan rob di sejumlah daerah pesisir, termasuk Kalimantan Tengah. BMKG menyebut dampaknya dapat mengganggu aktivitas masyarakat, terutama di kawasan pelabuhan, pemukiman pesisir, hingga tambak garam dan perikanan darat.

“Potensi banjir pesisir secara umum berdampak pada aktivitas bongkar muat di pelabuhan, pemukiman, hingga sektor perikanan darat,” terang Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Dr Eko Prasetyo, dalam rilis resmi yang diterima awak media, Selasa (30/9/2025) malam.

Di Kalteng sendiri, wilayah pesisir selatan Kotawaringin Barat (Kobar) menjadi wilayah yang berpotensi terdampak. BMKG menyarankan masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi, baik situs maupun media sosial BMKG Maritim. Kewaspadaan menjadi penting agar aktivitas ekonomi dan keselamatan warga di kawasan pesisir tetap terjaga.

“Masyarakat diimbau untuk selalu waspada serta memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru,” bebernya.

Selain Kobar, wilayah pesisir Kotim juga harus waspada. Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Multazam, mengatakan kawasan yang diprediksi paling berpotensi terdampak adalah pesisir selatan, khususnya wilayah Ujung Pandaran dan daerah-daerah bantaran sungai besar.

“Ujung Pandaran atau pesisir selatan berpotensi terdampak fenomena itu, termasuk juga daerah-daerah bantaran sungai. Mudah-mudahan tidak bersamaan dengan hujan deras di darat,” ujarnya, Rabu (1/10/2025).

Multazam menambahkan, wilayah Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) pernah mengalami kejadian serupa beberapa waktu lalu. Karena itu, pengalaman tersebut diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk memperkuat kesiapsiagaan warga.

“Wilayah MNS pernah mengalami kejadian ini beberapa saat yang lalu,” imbuhnya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#potensi banjir #banjir pesisir #cuaca maritim #Aktivitas Ekonomi #mentaya hilir selatan #kalimantan tengah #Kesiapsiagaan #kotawaringin barat #wilayah pesisir #Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika #fenomena perigee #Ujung Pandaran