SAMPIT – Suasana pemerintahan desa di Kecamatan Pulau Hanaut belakangan ini menjadi sorotan. Sejumlah kepala desa disebut tengah berhadapan dengan persoalan internal yang menimbulkan sorotan di masyarakat.
Menanggapi hal itu, Camat Pulau Hanaut Dedy Purwanto menegaskan pentingnya kepala desa menjaga marwah kepemimpinan dengan tetap berpegang pada aturan dan semangat musyawarah.
Menurutnya, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi administratif, melainkan amanah yang menuntut tanggung jawab moral terhadap masyarakat. Ia mengingatkan bahwa setiap keputusan yang diambil harus melalui proses yang terbuka dan melibatkan pihak terkait, terutama Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
“Kepala desa harus menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan. Dalam setiap persoalan, kades wajib menyerap aspirasi warga dan bermusyawarah bersama BPD agar tidak muncul kesalahpahaman,” ujarnya, Kamis (23/10/2025).
Ia menilai, sebagian masalah yang muncul di desa sebenarnya bisa dihindari jika komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat berjalan baik. Musyawarah, kata dia, adalah jalan tengah yang paling bijak untuk menghindari konflik.
“Kalau semua pihak mau duduk bersama, tentu tidak akan ada persoalan yang melebar. Jangan ada keputusan sepihak karena itu bisa menimbulkan polemik,” tegasnya.
Dedy tak menampik bahwa ada beberapa kepala desa di wilayahnya yang kini tengah ramai diperbincangkan. Namun, ia memastikan seluruh proses pembinaan dan pengawasan tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita terus melakukan pembinaan dan pengawasan. Setiap langkah kita tempuh sesuai mekanisme agar semua berjalan tertib,” katanya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pihak kecamatan rutin berkoordinasi dengan para kepala desa untuk memastikan roda pemerintahan tetap berjalan stabil. Dedy menekankan pentingnya kerja sama antara kepala desa dan BPD dalam membangun kepercayaan publik.
“Harapan kami, kepala desa dan BPD bisa saling menopang dalam menjalankan pembangunan. Jangan berjalan sendiri-sendiri, karena kemajuan desa hanya bisa dicapai dengan kerja sama,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan agar para kepala desa tidak melupakan sektor-sektor dasar seperti pendidikan dan kesehatan yang menjadi fondasi utama kemajuan desa.
“Kalau dua sektor ini diperhatikan, masyarakat akan merasakan langsung hasil pembangunan. Itulah tujuan utama dari pemerintahan desa yang baik,” pungkasnya. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana