SAMPIT-Upaya pemerintah menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat terus berjalan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Dua dapur Satuan Pusat Penyedia Gizi (SPPG) di wilayah ini siap beroperasi untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Satu SPPG telah menyalurkan MBG di tiga sekolah di Kota Sampit.
Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kotim, Rini Maulida, menyampaikan bahwa dua titik dapur itu berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Sampit, dan satu lagi di Kecamatan Parenggean. Keduanya melayani distribusi makanan bergizi bagi para penerima manfaat.
“Untuk sementara, ada dua dapur yang beroperasi, yaitu di Yos Sudarso dan Parenggean. Keduanya tinggal menunggu jadwal pelaksanaan,” ujarnya, Jumat (7/11/2025).
Rini menjelaskan, selain dua dapur tersebut, saat ini masih ada 14 titik SPPG lain yang sedang dalam tahap pembangunan dan persiapan operasional. Lokasinya tersebar di beberapa kecamatan, tidak hanya di kawasan perkotaan.
“Total ada sekitar 14 titik lagi yang masih disiapkan. Jadi tidak hanya di kota, tapi juga menjangkau wilayah lain agar pelayanan bisa lebih merata,” jelasnya.
Menurut Rini, setiap dapur SPPG nantinya ditargetkan mampu melayani hingga 3.000 penerima manfaat, namun proses distribusi dilakukan secara bertahap menyesuaikan kesiapan sumber daya dan sarana pendukung di lapangan.
“Target maksimalnya memang 3.000 penerima manfaat per dapur, tapi kami jalankan secara bertahap agar penyalurannya aman dan terkendali,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama sebelum dapur mulai beroperasi. Seluruh SPPG diwajibkan memenuhi standar higienitas dan kelayakan, termasuk sertifikasi bagi relawan penjamah makanan.
“Setiap dapur harus memiliki sertifikat kelayakan, dan relawan wajib memiliki sertifikat penjamah makanan. Kami juga lakukan uji sampel air dan bahan makanan agar benar-benar aman,” tegasnya.
Rini menambahkan, untuk tahap awal, program MBG di Kotim telah menjangkau tiga sekolah. Selanjutnya, distribusi akan diperluas seiring bertambahnya dapur SPPG yang siap beroperasi.
“Saat ini baru tiga sekolah yang sudah berjalan, nanti akan bertambah seiring kesiapan dapur yang lain,” tutupnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana