Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Program MBG di SMPN 1 Sampit Disorot, Ditemukan Belatung di Menu Makanan

Agus Pramono • Jumat, 14 November 2025 | 16:36 WIB
Belatung di MBG
Belatung di MBG

SAMPIT – Sebuah video pendek yang menunjukkan adanya belatung dalam lauk program Makan Bergizi Gratis (MBG) beredar luas di media sosial, Jumat (14/11/2025).

Rekaman itu menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat karena disebut terjadi di salah satu sekolah negeri di Sampit.

Dalam video berdurasi 12 detik tersebut, beberapa siswa terlihat memperhatikan telur yang menjadi lauk MBG sebelum kemudian terdengar komentar kaget dari perekam.

Seragam siswa yang tampak dalam video membuat publik menduga kejadian itu terjadi di SMPN 1 Sampit. Namun pihak sekolah menegaskan bahwa kebenaran video tersebut belum dapat dipastikan.

 

Tanggapan dari Sekolah

Kepala SMPN 1 Sampit, Suyoso, mengatakan pihak sekolah pertama kali mengetahui video tersebut setelah jam pelajaran selesai. 

“Yang pertama kali mengetahui video itu adalah guru piket setelah anak-anak pulang sekolah. Jadi kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya. 

Ia menjelaskan, sekolah baru sekitar satu minggu menerima distribusi MBG. Makanan dibagikan menjelang jam istirahat dan dikonsumsi langsung oleh siswa saat waktu istirahat berlangsung.

Menurutnya, selama ini siswa telah diberi ruang untuk menyampaikan pengaduan jika menemukan masalah pada menu makan.

Karena itu, ia mempertanyakan mengapa informasi tidak disampaikan langsung ke guru atau petugas sekolah.

“Kami masih mempertanyakan bagaimana video itu bisa beredar, karena dalam aturan sekolah siswa dilarang membawa gawai kecuali untuk keperluan belajar. Kami akan melakukan penelusuran,” tegasnya.

 

SPPG Minta Maaf

Sementara itu, Ketua Yayasan SPPG Yos Sudarso, Hari Rahmat, mengatakan bahwa ada laporan mengenai satu porsi makanan yang ditemukan mengandung ulat.

Ia menyampaikan permohonan maaf dan memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan.

“Yang harus memastikan benar atau tidak itu pihak sekolah. Tapi kami tetap minta maaf dengan adanya berita yang beredar itu. Kami juga kaget. Dari 2.000 porsi yang kami buat hari ini dan 900 yang kami kirim ke SMPN 1, ada informasinya satu makanan yang ada ulatnya. Kami lagi selidiki sumbernya,” ungkapnya saat ditemui.

Hari mengaku temuan ini janggal, mengingat hanya satu porsi dari ratusan yang dikirim ke sekolah tersebut yang bermasalah. Ia menegaskan, proses pengecekan makanan dilakukan berlapis mulai dari persiapan bahan, pengolahan, hingga pengemasan.

“Dari pengolahan, persiapan, sampai pendistribusian itu kami cek. Terakhir setelah packing juga dicek. Tapi tetap, kami mengakui itu salah kami. Kami minta maaf, karena anak-anak harusnya menerima yang lebih baik,” kata Hari.

Hari juga menyebut belum dapat dipastikan dari bagian mana ulat tersebut berasal. Menurutnya, menu makanan yang disediakan hari ini merupakan makanan kering.

“Ini satu dari dua ribu porsi yang dibuat. Belum diketahui sumbernya, apakah dari buahnya, dari sayurnya. Kebetulan hari ini menunya kering, ada roti, daging, dan telur. Yang dimasak cuma telur, yang lainnya menu jadi,” jelasnya.

Pihak penyedia berjanji akan memperketat standar kontrol mutu untuk mencegah kejadian serupa. “Kami akan kontrol lebih maksimal dalam pengelolaan dan pendistribusian,” imbuhnya. (mif/ram)

Editor : Agus Pramono
#belatung #Mbg #sampit #SPPG