SAMPIT-Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kotawaringin Timur memastikan proses asesmen terhadap lima aparatur yang dinyatakan positif narkoba sudah dilakukan secara menyeluruh.
Kepala BNNK Kotim, AKBP Muhammad Fadli, mengatakan pihaknya bergerak cepat sejak hasil tes diketahui dan langsung mendatangi para yang bersangkutan untuk pendalaman.
“Dari asesmen itu kita gali satu per satu, mereka mengaku menggunakan obat-obatan tertentu, sebagian karena alasan kesehatan seperti sakit perut atau nyeri hebat, sehingga memakai obat jenis PCC atau zenit,” ujarnya, Jumat (21/11/2025).
Ia menjelaskan, sebagian lainnya menggunakan obat-obatan sebagai doping untuk bekerja, terutama yang memiliki beban kerja berat. Menurutnya, hal ini ditemukan pada tiga kepala desa yang turut terjaring tes tersebut.
“Ada yang punya kebun, bekerja sendiri, dan tekanan kerja cukup tinggi. Ada yang bilang kalau tidak pakai obat itu, mereka tidak kuat bekerja atau gampang stres. Dari situlah kami gali, beli di mana, sudah berapa lama, dan dengan siapa mereka memakai,” jelasnya.
Fadli memastikan seluruhnya berstatus penyalahguna, bukan pecandu berat. Karena itu, BNNK Kotim menerapkan mekanisme pengawasan.
Dari lima orang tersebut, satu di antaranya adalah ASN yang terkonfirmasi menggunakan zat sabu dan akan ditindaklanjuti melalui pemeriksaan dokter kejiwaan.
Meski begitu, Fadli menegaskan tidak ditemukan barang bukti.
“Satu itu rawat jalan saja, karena masih sadar dan kondisinya bisa ditangani. Yang lain hanya penyalahguna ringan. Semua masih bisa diobati,” katanya.
Terkait sebaran wilayah, ia menyebut sebagian besar berasal dari desa-desa yang berada di kawasan perkebunan hingga wilayah yang dekat pertambangan rakyat.
“Kalau kepala desa ya pasti dari wilayahnya masing-masing. Banyak yang dari area kebun, tambang, dan pedalaman,” ujarnya.
Dari total 147 peserta tes, hanya lima yang positif. Menurut Fadli, angka tersebut masih relatif kecil. “Itu pun bukan pecandu. Artinya masih bisa disembuhkan dan kita awasi ketat. Yang penting pemerintah daerah dan DPRD akan menindaklanjuti gelombang berikutnya,” pungkasnya.(mif)
Editor : Ayu Oktaviana