SAMPIT — Ada-ada saja kejadian di pinggiran Sungai Mentaya. Warga Desa Basirih Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotawaringin Timur (Kotim), digemparkan oleh aksi seorang pemancing bernama Udin, yang pulang bukan dengan ikan Otek idaman, melainkan seekor anak buaya.
Menurut warga sekitar, Bachtiar, Amang Udin memang terkenal rajin memancing, apalagi saat musim udang seperti sekarang. Targetnya sederhana. Ikan Otek buat lauk. Tapi kenyataannya memang agak laen.
“Amang Udin tu mau mencari ikan Otek,” ujar Bachtiar kepada Kalteng Pos, Kamis (27/11/2025).
Biasanya, warga memakai umpan isi perut ayam atau bekicot. Umpan itu memang ampuh menarik ikan Patin atau Otek.
Rupanya, bagi seekor anak buaya berukuran sekitar satu meter, umpan itu juga terasa lezat. Begitu joran bergerak, bukannya ikan yang tersangkut, malah reptil berkaki empat itu nongol.
Anak buaya itu sempat diangkat ke darat oleh Udin yang langsung kaget. Meski masih anakan, reptil itu tetap tidak cocok dijadikan hewan peliharaan, apalagi lauk makan siang. Tak pakai lama, ia buru-buru melepas kail dari mulut sang reptil dan mengembalikannya ke sungai.
“Sidin mancing di Basirih Hulu, tiba-tiba dapat buaya. Mau nggak mau dilepas, takut ada ibunya,” kata Bachtiar.
Sementara itu, Komandan Resort BKSDA pos Sampit, Muriansyah, memperkirakan hewan itu adalah jenis buaya muara. Dari ukuran tubuhnya, buaya tersebut masih anakan.
“Itu jenis buaya muara. Masih anakan,” jelas Muriansyah.
Ia menambahkan, biasanya buaya seusia itu tidak sendirian. Ada kemungkinan masih ada anakan lain di sekitar lokasi.
“Seukuran itu sudah misah dari induknya. Biasanya lebih dari satu anaknya,” katanya.
Baca Juga: Kondisi Jenazah Kakek yang Diterkam Buaya di Sungai Rangkang Begitu Memprihatinkan
Muriansyah mengingatkan warga agar tetap waspada, terutama bagi yang sering beraktivitas di tepi sungai atau memiliki ternak di dekat bantaran. Musim sekarang ini juga dikenal sebagai masa kawin buaya fase ketika sifat mereka bisa lebih agresif.
“Akhir tahun sampai awal tahun itu fase kawin dan bertelur. Buaya jadi lebih agresif,” tutupnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana