Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Warga Perumahan Sawit Raya Keluhkan Sampah Menumpuk Tak Terkendali

Agus Pramono • Senin, 1 Desember 2025 | 14:30 WIB
Kondisi sampah pinggir Perumahan Sawit Raya.WARGA
Kondisi sampah pinggir Perumahan Sawit Raya.WARGA

 

SAMPIT- Persoalan sampah di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) seakan tak ada habisnya. Kali ini, keluhan datang dari warga Perumahan Sawit Raya.

Warga setempat mengeluhkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan sepanjang ratusan meter. Hal itu mengganggu pengguna jalan dan menimbulkan bau busuk.

Bahkan titik sampah dengan pemukiman warga hanya berjarak 500 meter.

Windarso, salah satu warga yang tinggal di kawasan tersebut sejak 2008, mengaku persoalan ini sudah berlangsung lama dan belum juga mendapat solusi yang jelas dari pemerintah.

Ia menceritakan, selama ini tidak adanya titik pembuangan resmi yang menyebabkan sampah menumpuk dan menimbulkan bau menyengat.

Dahulu katanya, lokasi pembuangan di depan salah satu kantor perusahaan yang berada dekat dengan muara Jalan Jenderal Sudirman. Hal itu lalu dipindahkan ke area Sawit Raya bagian dalam. Seiring bertambahnya jumlah perumahan, tumpukan sampah semakin tak terkendali.

“Dulu dibuang di sana, mungkin karena di depan akhirnya dipindah ke wilayah sini. Akhirnya semakin banyak perumahan di sini pun menumpuk,” ujarnya, Senin (1/12/2025).

Situasi kian memburuk lantaran banyak masyarakat membuang sampah sembarangan meski telah disediakan bak truk. Bau menyengat bahkan memaksa keluarga Windarso menutup rapat pintu rumah selama bertahun-tahun.

“Berapa tahun itu kita nggak buka pintu. Kita sudah mengeluh ke segala pihak, nggak ada tindakan. Jadi ya otomatis pasrah aja,” katanya.

Sampah di wilayahnya sempatbteratasi saatbada event road race. Hal itu kemudian dimanfaatkan warga sempat untuk memasang pembatas dan memberi imbauan agar masyarakat tidak lagi membuang sampah sembarangan di lokasi awal.

Namun persoalan itu belum juga usai. Titik sampah rupanya hanya pindah lokasi. Perumahan lain yang menjadi titik pembuangan baru kembali protes. Hingga akhirnya seorang warga, Sucipto, menghibahkan tanahnya sebagai solusi.

“Akhirnya buang sampahnya di sana (tanah hibah, red). Tapi sekarang di sana pun dilarang keras untuk buang sampah. Jadi kita bingung juga mau dibuang kemana,” ungkapnya.

Ia menilai masalah ini terjadi akibat ketiadaan sosialisasi maupun regulasi yang jelas soal alur pembuangan sampah.

Warga tidak mengetahui apakah harus membuang ke depo, TPS, atau titik sementara tertentu. Karena itu Windarso meminta pemerintah setempat dari RT, RW, Lurah hingga Pemkab Kotim untuk turun langsung memberikan penjelasan.

“Harus jelas regulasinya. Sampah itu buang di mana dulu, ke depo atau tempat pertama sebelum diangkut. Kita mohon dari pihak pemerintah kasih imbauan dan sosialisasi dulu,” tegasnya.

Selama ini di Sawit Raya tidak pernah ada depo resmi. Tempat pembuangan yang muncul hanya hasil inisiatif warga tanpa dukungan fasilitas memadai.

Windarso juga menyayangkan minimnya keterlibatan perusahaan sekitar dalam menjaga kebersihan lingkungan. Warga berharap pemerintah membangun depo resmi agar masyarakat bisa membuang sampah pada tempatnya.

“Kita mengharapkan itu. Jadi kita tahu buang sampahnya ke mana, tidak sembarangan. Saya pun trauma dengan sampah karena selama ini jadi polemik,” ujarnya.

Ia menambahkan, banyaknya sampah yang dibuang di wilayah tersebut bukan hanya dari warga Sawit Raya, tetapi juga dari luar kawasan, termasuk pedagang yang melintas. Karena itu, ia kembali menegaskan perlunya fasilitas resmi agar lingkungan tetap nyaman.

“Enggak masalah orang buang sampah, yang penting tempat buangnya itu di dalam, sesuai tempatnya. Kasihan yang lewat atau yang jogging terganggu bau sampah. Saya harap pemerintah bangun depo resmi biar masyarakat terhindar dari bau sampah,” pungkasnya. (mif/ram)

Editor : Ayu Oktaviana
#sampah #kebersihan lingkungan #membuang sampah sembarangan #bau sampah #bau busuk #pembuangan sampah #tumpukan sampah #bau menyengat #kotawaringin timur