Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Dua Desa di Kotawaringin Timur Terendam Banjir, 56 Rumah Terdampak, Curah Hujan Jadi Pemicu Utama

Agus Pramono • Rabu, 3 Desember 2025 | 12:40 WIB
Banjir di Kotim.BPBD
Banjir di Kotim.BPBD

 

SAMPIT-Banjir kembali melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) awal Desember ini. Dua desa terdampak paling signifikan adalah Desa Rantau Suang di Kecamatan Telaga Antang serta Desa Tumbang Mujam di Kecamatan Tualan Hulu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim memastikan kondisi di kedua lokasi kini berangsur membaik, meski sempat mengalami kenaikan tinggi muka air hingga mencapai lebih dari satu meter.

Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, menjelaskan bahwa banjir di Desa Rantau Suang dipicu hujan sangat lebat yang berlangsung hampir setengah hari.

“Curah hujan terjadi selama 11 jam, mulai 1 Desember pukul 02.00 WIB sampai 2 Desember pukul 13.00 WIB. Akibatnya, 56 rumah terdampak dengan total 56 KK atau sekitar 150 jiwa,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).

Ketinggian air di desa tersebut mencapai 1 hingga 1,5 meter di atas permukaan tanah, bahkan masuk ke dalam rumah warga dengan ketinggian 20 hingga 40 sentimeter. Meski demikian, akses keluar masuk desa masih bisa dilalui lewat jalur darat maupun sungai.

“Ada sekitar lima ekor ternak babi milik warga yang mati. Desa ini juga belum memiliki aliran listrik dan jaringan internetnya terbatas, hanya mengandalkan layanan berbasis satelit,” jelasnya.

Banjir di Rantau Suang berlangsung selama satu hari penuh sebelum akhirnya surut pada malam 2 Desember 2025. Multazam menegaskan bahwa kondisi pada pagi 3 Desember sudah dinyatakan aman.

“Pantauan terakhir, air sudah surut dan kondisi desa kembali normal,” katanya.

Sementara itu, di Desa Tumbang Mujam, banjir disebabkan curah hujan ekstrem di wilayah hulu. Data telemetri Balai Wilayah Sungai Kalimantan II menunjukkan intensitas hujan mencapai 126,5 mm pada Sabtu (29/11/2025) lalu.

“Curah hujan di hulu sangat lebat, itu yang menyebabkan air menggenangi sebagian wilayah Tumbang Mujam. Namun kondisi genangan masih relatif aman,” ungkapnya.

Genangan air terjadi pada 1 sampai 2 Desember 2025 dan mulai menunjukkan penurunan sejak tadi malam. Berdasarkan pemantauan hari kedua oleh BPBD dan laporan perangkat desa, situasi terus membaik.

“Banjir di Tumbang Mujam menunjukkan tanda-tanda penurunan,” jelasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#hujan #banjir #aliran listrik #hujan ekstrem #jalur darat #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) #kotawaringin timur