SAMPIT- Aksi penolakan Gubernur Motoprix Open Race 2025 yang sebelumnya disampaikan oleh pastor Gereja Katolik San Yohanes Don Bosco Sampit, Yohanes Kopong Tuan, nampaknya tak dapat di terima semua orang. Ancaman bahkan dilayangkan kepadanya. Dalam video yang diunggahnya melalui akun Tiktok @Tuan.Kopong.
“Siap rusuh kalo batal, udah puluhan juta keluarin mudal,” ucap akun @sancez549 yang diketahui mengubah nama akunnya menjadi @duarrrrr_1122.
Ancaman itu kemudian dibeberkan Pastor Yohanes dalam rapat mediasi pada Selasa (9/10/2025) sore.
“Saya menerima ancaman yang mengatakan bahwa kalau Road Race tidak jadi dilaksanakan, maka akan terjadi kerusuhan. Ini sangat disayangkan,” ujarnya di hadapan peserta rapat.
Ia menegaskan bahwa penolakan pihak gereja bukan dilandasi kepentingan kelompok, melainkan pertimbangan regulasi dan fungsi layanan publik di sekitar rute balap yang direncanakan.
"Jalan Yos Sudarso, yang menjadi jalur utama dalam rencana penyelenggaraan, merupakan kawasan vital yang dinaungi Surat Larangan Bupati Kotim Nomor 500/304/SETDA.EK/V/2024,”katanya.
“Kami berpegang pada surat edaran itu sebagai bentuk penghormatan kepada Bupati. Kalau kami tidak menghargai, tentu kami bisa saja mengabaikannya. Tapi surat itu resmi, dan kami harus taat,” tegas Pastor Yohanes.
Area yang ditetapkan sebagai zona larangan kegiatan berskala besar itu berada di antara berbagai fasilitas penting, mulai dari layanan kesehatan, sekolah, PAUD, hingga Gereja Paroki St Yohanes Don Bosco.
Penyelenggaraan balapan dinilai berpotensi menimbulkan gangguan, terutama pada pelayanan kesehatan dan aktivitas ibadah.
Ia juga menegaskan bahwa Gereja Katolik pada prinsipnya mendukung kebijakan pemerintah selama berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Namun ia menekankan perlunya ruang koreksi ketika kebijakan dinilai tidak memberikan manfaat yang proporsional.
“Kami tidak anti pemerintah. Kami mendukung kebijakan yang membawa kebaikan. Tetapi jika tidak berdampak baik bagi masyarakat, kami perlu menyampaikan keberatan,” katanya.
Usai menerima keputusan, warganet yang melayangkan ancaman itu akhirnya meminta maaf. Melalui unggahan terbarunya, Pastor Yohanes menanggapi komentar permintaan maaf itu dan menerima permintaan maaf tersebut.
Namun karena terlanjur viral, ia menyarankan warganet tersebut juga membuat video permintaan maaf dan klarifikasi.
“Dengan penuh kerendahan hati dan tulus dan tetap menganggapmu sebagai saudara, walaupun kita belum pernah bertemu. Dan intinya masalahnya juga sudah clear,” imbuhnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana