SAMPIT- Identitas bunga bangkai raksasa yang muncul di area perkebunan PT Mustika Sembuluh 3 akhirnya terjawab setelah dilakukan verifikasi mendalam oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tanaman itu bukan Amorphophallus titanum seperti yang ramai disebutkan sebelumnya.
Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa kepastian tersebut diperoleh setelah pihaknya mengonsultasikan temuan itu dengan ahli botani dari Kalimantan Barat, Agustiar Randi.
“Menurut hasil identifikasi ahli, spesies yang ditemukan di lokasi perusahaan adalah Amorphophallus hewittii, bukan Amorphophallus titanum,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).
Ia menuturkan, Amorphophallus titanum merupakan flora khas Sumatra yang dikenal sebagai salah satu bunga dengan ukuran terbesar di dunia. Sementara itu, A. hewittii merupakan spesies yang tumbuh alami di Kalimantan. Meski populasinya tak banyak dijumpai, tanaman ini tidak masuk dalam kategori tumbuhan dilindungi berdasarkan Permen LHK Nomor 106 Tahun 2022.
“Keberadaannya di alam memang jarang, tetapi statusnya bukan flora dilindungi. Bentuknya yang unik membuat spesies ini sering menarik perhatian para kolektor,” kata Muriansyah.
Dari hasil penjelasan ahli, kedua spesies tersebut kerap disalahartikan karena tampilan luarnya mirip. Namun ada ciri yang membedakan: warna Titan Arum lebih dominan merah terang, sedangkan A. hewittii memiliki nuansa kekuningan.
Perbedaan halus inilah yang kerap menyulitkan masyarakat awam untuk mengidentifikasi secara tepat.
Muriansyah juga menyampaikan permohonan maaf karena dalam informasi awal sempat terjadi kekeliruan penyebutan jenis. Ia menegaskan koreksi dilakukan segera setelah dilakukan pengecekan lanjutan.
“Kami akui ada kekeliruan dalam laporan pertama. Setelah diperiksa dan dikonfirmasi ulang ke ahli botani, ternyata spesiesnya A. hewittii. Ini terjadi karena minimnya referensi di lapangan dan jarangnya temuan bunga bangkai berukuran besar di Kalimantan Tengah,” tuturnya.
BKSDA bersama pihak perusahaan tetap melakukan pemantauan terhadap tanaman tersebut untuk memastikan keberadaannya tidak terganggu.
Sebelumnya, kemunculan bunga raksasa itu sempat menjadi perbincangan di kalangan pekerja perkebunan dan masyarakat sekitar karena ukurannya yang mencolok dan jarang terlihat di wilayah Kotawaringin Timur. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana