Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah Sambangi SPBU Kotim, Inilah yang Dilakukan Mereka

Agus Pramono • Rabu, 17 Desember 2025 | 11:30 WIB
Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah sambangi SPBU
Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah sambangi SPBU

 

SAMPIT – Satuan Tugas (Satgas) Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai turun ke lapangan untuk melakukan sosialisasi keberadaan satgas kepada masyarakat.

Rabu, (17/12/2025) tim melakukan sosialisasi ke sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Sampit.

Total ada empat SPBU yang disambangi antara lain SPBU Jalan Pelita, SPBU Jalan HM Arsyad, SPBU Jalan Tjilik Riwut kilometer 5 dan SPBU Jalan Jenderal Sudirman kilometer 2.

Sekretaris Satgas, Eddy Hidayat Setiadi, mengatakan kegiatan lapangan tersebut dilaksanakan dengan melibatkan 60 personel yang dibagi ke dalam dua tim. Sasaran sosialisasi difokuskan pada sejumlah SPBU di wilayah Kotim.

Tim pertama melakukan sosialisasi di SPBU Jalan HM Arsyad dan SPBU Pelita. Sementara tim kedua menyasar SPBU Jalan Tjilik Riwut kilometer 5 dan SPBU Sudirman.

Kegiatan tersebut, kata Eddy, murni bersifat sosialisasi tanpa disertai tindakan penindakan apa pun.

“Tujuannya hanya sosialisasi. Tidak ada tindakan apa pun. Kita ingin masyarakat tahu bahwa di Kotim sudah ada Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah,” jelasnya.

 

Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah sambangi SPBU
Satgas Anti Premanisme dan Ormas Bermasalah sambangi SPBU

Menurut Eddy, kehadiran satgas ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjamin rasa aman masyarakat. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik premanisme, kekerasan, maupun intimidasi terhadap warga di Kotim.

“Negara harus hadir. Tidak boleh ada premanisme dan tidak boleh ada aksi kekerasan atau intimidasi terhadap warga,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan adanya satgas tersebut diharapkan potensi gangguan keamanan dapat ditekan sejak dini sehingga situasi kamtibmas di Kotim tetap terkendali.

“Kita berharap dengan satgas ini, potensi premanisme bisa dicegah dan keamanan di Kotim tetap terjaga,” katanya.

Eddy juga menjelaskan bahwa dalam struktur satgas terdapat unsur intelijen yang berperan memberikan informasi serta rekomendasi lokasi yang perlu dilakukan pengawasan dan sosialisasi.

“Kalau nanti ditemukan tindakan premanisme, tentu akan kita tindak sesuai peraturan perundang-undangan dan diserahkan kepada penegak hukum yang berwenang,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pada tahap awal ini, pendekatan yang dikedepankan masih berupa sosialisasi dan pencegahan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan apabila mengetahui adanya praktik premanisme.

“Untuk saat ini kita fokus sosialisasi. Kalau masyarakat mengetahui adanya tindakan premanisme, kami harapkan segera melapor ke satgas,” pungkasnya.(mif)

Editor : Agus Pramono
#spbu 24 jam #kotim #Satgas Anti Premanisme #ormas bermasalah