Wakil Bupati Kotim, Irawati, mengatakan Gemarikan merupakan langkah untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan sebagai bagian dari upaya memperbaiki kualitas sumber daya manusia sejak usia dini hingga dewasa. Menurutnya, membangun kebiasaan makan ikan tidak bisa hanya dibebankan kepada sektor perikanan semata.
“Peningkatan konsumsi ikan adalah tanggung jawab bersama. Tidak hanya Dinas Perikanan, tetapi seluruh elemen masyarakat harus terlibat,” katanya.
Ia mengakui, angka konsumsi ikan baik secara nasional maupun daerah memang terus meningkat dari tahun ke tahun. Namun, tantangan yang dihadapi adalah pemerataan kesadaran dan kebiasaan masyarakat dalam menjadikan ikan sebagai konsumsi rutin keluarga.
Karena itu, Pemkab Kotim terus mendorong berbagai pendekatan, mulai dari sosialisasi dan penyuluhan kepada kelompok nelayan dan pembudidaya ikan, hingga pelaksanaan kegiatan edukatif seperti Gemarikan yang menyasar masyarakat luas.
“Gerakan ini bukan sekadar seremoni, tetapi upaya membangun budaya makan ikan di Kotim secara berkelanjutan,” ujarnya.
Irawati menambahkan, ikan memiliki kandungan gizi yang sangat penting bagi kesehatan dan kecerdasan, mulai dari protein tinggi hingga lemak sehat nonkolesterol. Konsumsi ikan secara rutin dinilai mampu membantu menekan risiko berbagai penyakit, seperti jantung, diabetes, stroke, hingga tekanan darah tinggi.
Kegiatan Gemarikan tahun ini dilaksanakan melalui kolaborasi Dinas Perikanan Kotim bersama Bunda PAUD dengan mengusung tema Protein Ikan untuk Generasi Emas. Fokus kegiatan diarahkan pada peningkatan pengetahuan gizi dan keterampilan pengolahan ikan yang praktis dan menarik bagi keluarga.
Ia juga menyoroti peran penting Bunda PAUD sebagai agen perubahan di lingkungan masyarakat, khususnya dalam membiasakan konsumsi ikan sejak usia dini.
“Bunda PAUD memiliki peran strategis. Pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki bisa ditularkan kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotim, Sarwo Oboi, menyebutkan bahwa pelaksanaan Gemarikan 2025 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional yang diperingati setiap 21 November.
Selain kegiatan tersebut, pihaknya juga telah menggelar Lomba Masak Serba Ikan tingkat Kabupaten Kotim pada September lalu, yang berhasil dimenangkan oleh TP-PKK Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Sarwo Oboi menegaskan bahwa Kabupaten Kotim memiliki potensi perikanan yang besar, baik dari sektor perikanan darat maupun laut. Potensi tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan konsumsi di tingkat rumah tangga.
“Kami terus mendorong peningkatan produksi, pengolahan, hingga distribusi ikan agar mudah dijangkau masyarakat. Namun kunci utamanya tetap pada kesadaran masyarakat untuk memilih ikan sebagai menu utama,” ujarnya.
Ia pun mengajak masyarakat Kotim untuk menjadikan ikan sebagai bagian dari pola makan sehari-hari demi menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing.
“Dengan membiasakan makan ikan, kita sedang menyiapkan generasi emas Kotim di masa depan,” pungkasnya.(mif)
Editor : Agus Pramono