Muhammad Fajar Zaini, pemilik kios yang membuka posko tersebut, mengatakan bahwa jamaah yang datang tidak hanya berasal dari sekitar Sampit, tetapi juga dari luar daerah, bahkan lintas provinsi.
“Luar biasa. Yang diutamakan untuk saudara-saudara yang jauh. Kemarin full dari Pontianak, dari Pangkalan Bun, dari Seruyan, dari Samuda,” ungkapnya, Kamis (25/12/2025).
Ia menyebutkan, banyak jamaah yang singgah pada malam hari sebelum melanjutkan perjalanan ke Sekumpul. Posko tersebut menjadi tempat persinggahan bagi jemaah yang sudah berangkat sejak jauh hari.
“Tadi malam banyak yang singgah. Berangkat dari awal ke Sekumpul, jadi singgahlah tadi malam,” katanya.
Fajar menegaskan, kegiatan berbagi durian ini dilakukan atas dasar niat pribadi dan kerelawanan, tanpa paksaan dari pihak mana pun. Ia mengaku ingin terus menjaga semangat berbagi di Kota Sampit.
“Kita dengan relawan lah, sesenang hati, sesuka hati kita. Bukan karena paksaan, bukan demi yang lain, karena ini pribadi saya sendiri, emang saya ada niat,” ujarnya.
Menurutnya, musim durian tahun ini menjadi momentum untuk berbagi kepada jamaah Abah Guru Sekumpul yang melintas di Sampit. Seluruh buah dibagikan secara gratis selama posko dibuka.
Tak tanggung-tanggung, durian yang ia pasok dari Pontianak, Kalimantan Barat itu, bisa berjumlah 2.400 buah. Lebih dari setengahnya bisanya ludes untuk para jamaah.
“Tahun ini pas kena musim durian, saya gratiskan untuk anggota jamaah Abah Guru Sekumpul. Satu kali angkut itu bisa 2.400 buah. Saya beli harganya sekitar Rp25 juta, ditambah pengiriman Rp5 juta,” katanya.
Posko durian gratis tersebut dibuka sejak kemarin hingga Jumat. Jam operasional tidak ditentukan secara kaku dan menyesuaikan dengan kedatangan buah dari pemasok.
“Bukanya kemarin sampai hari Jumat. Kalau jam kita tidak nentukan, datangnya mobil buah. Buah datang jam 10, kita buka dari jam 10 sampai sehabisnya,” pungkasnya. (mif)
Editor : Agus Pramono