Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Jelang Tahun Baru 2026, Petani Jagung di Sampit Pasarkan Via Facebook, Kebanjiran Pesanan

Agus Pramono • Senin, 29 Desember 2025 | 14:40 WIB
Petani jagung di Sampit kebanjiran pesanan menjekang tahub baru.MIFTAH/KALTENG POS
Petani jagung di Sampit kebanjiran pesanan menjekang tahub baru.MIFTAH/KALTENG POS

 

SAMPIT – Pergantian tahun tak hanya identik dengan kembang api dan terompet. Tradisi berkumpul bersama keluarga juga menjadi momen yang lekat dengan berbagai sajian makanan, salah satunya jagung bakar. Kondisi ini membuat permintaan jagung melonjak tajam setiap menjelang malam tahun baru.

Jagung pun mendadak menjadi primadona musiman. Para petani jagung di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), merasakan langsung lonjakan permintaan tersebut.

Biasanya, pesanan mulai berdatangan sekitar sepekan sebelum pergantian tahun.

Salah satu petani jagung yang kebanjiran pesanan adalah Sumardianto, warga Sampit. Pria berusia 70 tahun ini mengaku telah mempersiapkan panen secara bertahap agar jagung yang dikirim ke pelanggan tetap segar dan layak konsumsi.

Dalam sehari, Sumardianto mampu memanen sekitar 200 hingga 300 biji jagung yang telah dipesan sebelumnya. Ia menyesuaikan jumlah panen dengan permintaan agar kualitas jagung tetap terjaga.

“Yang sudah membeli ada 300 biji, lalu ada lagi yang memesan 200 biji. Total sampai besok sekitar 500 biji,” ujarnya saat ditemui di kebunnya, Senin (29/12/2025).

Sumardianto menjelaskan, jenis jagung yang ditanamnya adalah jagung harmonis. Varietas ini dipilih karena memiliki rasa manis dan masa panen yang relatif cepat dibandingkan jenis jagung lainnya.

Ia menyebutkan, jagung tersebut mulai ditanam sejak pertengahan Oktober lalu dan memang dipersiapkan khusus untuk memenuhi kebutuhan menjelang tahun baru.

“Jagung harmonis ini sekitar 65 hari sudah bisa dipanen. Kalau jenis lain biasanya 70 sampai 75 hari,” katanya.

Menjelang pergantian tahun, permintaan jagung hampir selalu meningkat signifikan. Pelanggan Sumardianto tidak hanya berasal dari wilayah Sampit, tetapi juga dari kawasan perkebunan kelapa sawit dan daerah lain di sekitarnya.

“Biasanya ramai kalau sudah dekat tahun baru. Banyak yang beli dari kebun sawit dan juga dari Kabupaten Seruyan. Tapi tetap kami batasi, karena kebutuhan di Sampit sendiri masih cukup besar,” ucapnya.

Ia mengaku kerap memasarkan jagung hasil panennya di media sosial seperti Facebook. Namun, ia mengaku juga sudah memiliki pelanggan yang tiap tahun memesan kepadanya.

“Biasanya saya foto, lalu anak saya mempostingnya di Facebook. Tapi ada juga yang langganan. Jadi tinggal datang atau pesan lewat telepon,” imbuhnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#malam tahun baru #perkebunan kelapa sawit #tradisi #kembang api #varietas #pergantian tahun #sampit #kabupaten seruyan #facebook #tahun baru #Biji Jagung #jagung #kotawaringin timur #petani jagung