Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Libur Natal dan Tahun Baru 2025, Penumpang Pesawat di Bandara Haji Asan Sampit Melonjak

Agus Pramono • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:00 WIB
Pintu keberangkatan Bandara Haji Asan Sampit.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Pintu keberangkatan Bandara Haji Asan Sampit.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT – Arus penumpang di Bandara Haji Asan Sampit mengalami peningkatan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Lonjakan tertinggi tercatat pada 25 Desember 2025, seiring momentum libur sekolah dan turunnya tarif tiket pesawat.

Kepala Bandara Haji Asan Sampit, Abdul Haris, mengatakan jumlah penumpang pada periode 18 hingga 29 Desember 2025 mencapai 6.022 orang, baik datang maupun berangkat. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 5.392 penumpang.

“Peningkatan paling tinggi terjadi pada tanggal 25 Desember. Kalau dibandingkan tahun lalu, tahun 2024 sebanyak 5.392 penumpang, sedangkan tahun 2025 menjadi 6.022 penumpang,” ujarnya, Selasa (30/12/2025).

Ia menjelaskan, kenaikan jumlah penumpang dipengaruhi beberapa faktor, di antaranya libur sekolah serta aktivitas perusahaan yang mulai melaksanakan cuti bersama. Selain itu, penurunan tarif tiket pesawat turut mendorong minat masyarakat untuk bepergian melalui jalur udara.

“Tarif juga turun, dari sebelumnya sekitar Rp1,4 juta menjadi Rp1,2 juta. Ini juga berpengaruh terhadap peningkatan jumlah penumpang,” jelasnya.

Selama periode Nataru, Bandara Haji Asan Sampit tetap melayani rute yang sama seperti tahun sebelumnya, yakni Sampit - Jakarta, Sampit - Surabaya, dan Sampit - Semarang. Dari ketiga rute tersebut, jalur Sampit - Surabaya menjadi yang paling padat penumpang.

“Yang paling banyak penumpangnya itu rute Sampit - Surabaya, rata-rata full terus dengan kapasitas sekitar 130 seat,” katanya.

Terkait operasional penerbangan, ia memastikan tidak ada kendala teknis pada pesawat. Meski demikian, faktor cuaca sempat memengaruhi jadwal penerbangan dengan adanya keterlambatan di beberapa penerbangan.

“Kalau dari sisi teknis pesawat tidak ada masalah, alhamdulillah performa pesawat bagus semua. Tapi dari segi cuaca memang ada pengaruh, sempat terjadi delay, namun tidak ada penerbangan yang dibatalkan,” ungkapnya.

Sementara itu, arus balik penumpang diperkirakan terjadi pada awal Januari 2026, khususnya pada Sabtu dan Minggu. Hingga saat ini, pergerakan penumpang masih terpantau relatif stagnan setelah puncak pada 25 Desember.

“Arus balik diperkirakan Sabtu dan Minggu awal Januari nanti. Sekarang masih stagnan, arus baliknya belum kelihatan,” tambahnya.

Untuk mendukung kelancaran layanan selama Nataru, posko angkutan udara di Bandara Haji Asan Sampit telah beroperasi sejak 18 Desember 2025 dan akan berlangsung hingga 5 Januari 2026. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#Bandara Haji Asan Sampit #tiket pesawat #faktor cuaca #tarif tiket pesawat #operasional penerbangan #cuti bersama #angkutan udara #penerbangan #natal dan tahun baru