Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Ingin Liburan di Ujung Pandaran Saat Tahun Baru 2026? Inilah Peringatan Dini dari BMKG

Agus Pramono • Rabu, 31 Desember 2025 | 14:50 WIB
Lokasi Pantai Ujung Pandaran.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Lokasi Pantai Ujung Pandaran.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

SAMPIT – Momen liburan tahun baru banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berekreasi bersama keluarga. Sejumlah objek wisata dipastikan akan dipadati para pengunjung.

Salah satu objek wisata yang menjadi primadona masyarakat Kalteng adalah Pantai Ujung Pandaran di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Namun, bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu di pantai tersebut harus memperhatikan fenomena alam.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit memprakirakan adanya potensi angin kencang dan gelombang tinggi hingga mencapai 2,5 meter di perairan Ujung Pandaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, M Inggit Rizki A, menyampaikan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin permukaan yang saat ini dominan bertiup dari arah Barat hingga Barat Laut. Kecepatan angin berkisar antara 6 hingga 9 knot, dengan kecepatan maksimal dapat mencapai 18 knot.

“Angin permukaan dominan dari Barat hingga Barat Laut dengan kecepatan 6 sampai 9 knot, dan kecepatan maksimal bisa mencapai 18 knot,” katanya kepada Kalteng Pos, Rabu (31/12/2025).

Ia menjelaskan, di sekitar perairan selatan Kalimantan juga terdapat daerah belokan angin. Kondisi ini berpotensi memicu peningkatan kecepatan angin, gelombang tinggi, serta hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang diprakirakan terjadi pada pagi hingga sore hari.

“Adanya daerah belokan angin di perairan selatan Kalimantan dapat menyebabkan angin kencang, gelombang tinggi, serta potensi hujan ringan hingga sedang,” ujarnya.

BMKG menyebutkan, edaran prakiraan tersebut berlaku untuk masyarakat umum, termasuk nelayan, warga pesisir, serta wisatawan. Kondisi cuaca dan gelombang ini dinilai berisiko terhadap keselamatan pelayaran di perairan sekitar Kotim.

Risiko keselamatan pelayaran dapat terjadi pada perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang sekitar 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang berisiko saat angin mencapai 16 knot dengan gelombang setinggi 1,5 meter, dan kapal ferry berisiko apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dengan tinggi gelombang hingga 2,5 meter.

BMKG juga mengingatkan wisatawan pantai untuk memprioritaskan keselamatan saat terjadi gelombang tinggi. Wisatawan diimbau tidak berenang, mematuhi tanda peringatan petugas, menjauhi area berbahaya seperti tebing, serta segera mengevakuasi diri ke tempat aman apabila cuaca memburuk.

“Saat gelombang tinggi, wisatawan pantai wajib memprioritaskan keselamatan dengan tidak berenang, mematuhi tanda peringatan petugas, menjauhi area berbahaya seperti tebing, dan segera evakuasi ke tempat aman saat cuaca memburuk, karena arus bawah laut kuat dan ombak besar sangat berbahaya bahkan bagi perenang kuat,” bebernya.

Selain itu, masyarakat diminta selalu memantau prakiraan cuaca terkini, mematuhi arahan petugas di lapangan, menghindari pantai tanpa pengawasan, serta tidak melakukan aktivitas air secara sendirian, mengingat kuatnya arus bawah laut dan besarnya gelombang yang dapat membahayakan keselamatan. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#cuaca buruk #malam tahun baru #pantai #gelombang tinggi #keselamatan pelayaran #liburan #cuaca hari ini #objek wisata #pantai ujung pandaran #BMKG Stasiun Haji Asan Sampit #wisatawan #tebing #kondisi cuaca