SAMPIT – Artis ibu kota Juwita Bahar sukses menghibur masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam penutupan Sampit Expo, Rabu (14/1/2026) malam.
Penyanyi lagu Kereta Malam itu mengaku terkesan dengan suasana Kota Sampit saat tampil memeriahkan acara dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kabupaten Kotim itu.
Tak hanya dari antusiasme warga, ia juga terkesan dengan tata kota berjuluk Kota Mentaya ini. Menurutnya, kondisi lalu lintas yang lengang, minim polusi, serta lingkungan yang masih asri menjadi daya tarik tersendiri dibandingkan kota besar seperti Jakarta.
“Yang pertama itu nggak macet. Bebas dari macet. Kalau di Jakarta kan biasanya macet ya. Tapi di Sampit ini luar biasa, jalannya lowong, satset-satset gitu,” ujarnya saat ditemui, Kamis (15/1/2026).
Kehadiran Juwita Bahar menjadi salah satu bintang tamu utama di panggung Sampit Expo yang digelar selama sepekan penuh. Tak hanya terkesan dengan kotanya, Juwita juga mengaku kagum dengan antusiasme masyarakat Kotim yang memadati arena expo sejak awal kedatangannya.
Bahkan, ia menyebut suasana sudah terasa penuh sesak sejak memasuki pintu masuk lokasi kegiatan.
“Luar biasa, padat banget. Dari awal aku masuk pintu expo itu sudah susah gerak. Untung ada pengawalan juga. Antusiasnya luar biasa,” ungkapnya.
Saat tampil di atas panggung, Juwita Bahar membawakan sekitar tujuh lagu. Ia mengaku nyaris tak diberi jeda oleh penonton yang terus bernyanyi bersama dan meminta lagu tambahan.
“Aku bawain sekitar enam sampai tujuh lagu, dan itu nggak ada berhentinya. Kayaknya kalau belum sepuluh album, mereka nggak bakal berhenti,” ujarnya sambil tertawa.
Dari sejumlah lagu yang dibawakan, Juwita menyebut lagu-lagu lawas justru menjadi favorit penonton, terutama kalangan ibu-ibu yang memenuhi area depan panggung.
“Malah ibu-ibu requestnya Buka Dikit sama Kereta Malam. Itu pas di penghujung lagu aku. Begitu aku bawain, ibu-ibunya langsung heboh dan nyawer aku,” katanya.
Selain soal penampilan dan penonton, Juwita juga menyoroti kenyamanan Kota Sampit secara umum. Ia menilai mobilitas di Kotim jauh lebih cepat dibandingkan Jakarta, serta kualitas udara yang masih bersih.
“Minim polusi pastinya. Mau ke mana-mana cepat. Kalau di Jakarta, dari hotel ke bandara bisa dua jam. Kalau di sini paling 15 menit,” tuturnya.
Kunjungannya ke Sampit bukanlah yang pertama kali. Meski begitu, ia mengaku lupa sudah berapa kali datang karena sejak kecil sudah sering berpindah-pindah kota untuk bernyanyi.
“Bukan pertama kali. Kebetulan juga pernah ke Seruyan dan lewat Sampit. Tapi aku lupa sudah berapa kali ke sini, karena dari kecil memang sudah nyanyi,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana