Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Usai Dikeluhkan Masyarakat, Jembatan Jalan Kapten Mulyono Sampit Akhirnya Diperbaiki

Agus Pramono • Rabu, 21 Januari 2026 | 15:00 WIB
Proses perbaikan Jembatan di Jalan Kapten Mulyono.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM
Proses perbaikan Jembatan di Jalan Kapten Mulyono.MIFTAH/KALTENGPOS.JAWAPOS.COM

 

SAMPIT – Jembatan di Jalan Kapten Mulyono, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), beberapa waktu lalu dikeluhkan warga.

Pasalnya, jembatan yang berjuluk jembatan patah itu dianggap tidak aman terlebih saat kondisi gelap pada malam hari. Hal itu karena pelat baja di lantai jembatan sudah mulai lepas dan kayu lantai jembatan sudah ada yang patah.

Terkait keluhan warga tersebut, jembatan itu akhirnya dilakukan perbaikan pada Rabu (21/1/2026). Sejumlah pekerja terlihat mulai melakukan perbaikan, seperti mengganti kayu lantai jembatan yang sudah rusak. Total ada enam pekerja yang melakukan pemeliharaan. Jembatan itu pun ditutup sementara selama proses pengerjaan.

“Kami melakukan pemeliharaan setelah ada keluhan dari masyarakat dan instruksi dinas,” ujar Alfian, pengawas jalan dan jembatan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD).

Pengerjaan jembatan tersebut meliputi penggantian kayu ulin di lantai jembatan, pemasangan kembali baut-baut yang lepas, serta perbaikan pelapis baja di bagian lantai jembatan. Menurutnya, pelat baja yang ada saat ini masih dalam kondisi utuh.

“Kalau pelat itu masih utuh. Jadi hanya menambah baut-baut yang lepas dan dikencangkan kembali,” bebernya.

Ia menyebutkan, pengerjaan jembatan ditargetkan rampung selama dua hari sejak dimulainya perbaikan. Jembatan akan ditutup sementara selama pengerjaan dan dibuka kembali saat para pekerja beristirahat.

“Kalau kami istirahat tetap fungsional. Tapi begitu kami melakukan pengerjaan, kami tutup total. Kami upayakan sampai jam 1 siang. Setelah itu fungsional seperti biasa. Besok kami mulai jam 8,” katanya.

Menurutnya, pemeliharaan jembatan ini dilakukan untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat. Sebelumnya, pemeliharaan serupa juga telah dilakukan pada akhir tahun lalu.

“Pemeliharaan sekitar bulan November atau Desember 2025 lalu. Tujuannya agar aman dan nyaman dilalui masyarakat,” ungkapnya.

Baca Juga: PN Sampit Menangani 1.142 Perkara sepanjang 2025, Narkotika Masih Dominan

Ia menduga, mobilitas angkutan yang melebihi batas tonase menjadi penyebab utama kerusakan jembatan. Menurutnya, banyak kendaraan melintas dengan beban hingga puluhan ton, sementara batas tonase yang dapat ditoleransi jembatan hanya sekitar 12 ton termasuk muatan.

“Dengan kondisi jembatan seperti ini seharusnya tidak memungkinkan dilalui beban berat. Kalau sesuai aturan sebenarnya hanya 12 ton. Jadi kalau hanya kendaraan pribadi, pemeliharaan ini bisa bertahan lebih lama,” imbuhnya.

Jembatan tersebut akan terus dilakukan pemeliharaan apabila dinilai sudah tidak aman untuk dilalui. “Kalau sudah membahayakan, maka akan kami lakukan pemeliharaan, meskipun baru satu bulan dari pemeliharaan sebelumnya,” pungkasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#ditutup sementara #jembatan rusak #jembatan #Kecamatan Mentawa Baru Ketapang #unit pelaksana teknis daerah #Kotawaringin Timur (Kotim) #Batas Tonase Jalan #pemeliharaan jembatan #jembatan patah #pengerjaan jembatan