SAMPIT – Warga di kawasan Jalan Kembali 3, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, dibuat panik setelah seekor ular berbisa jenis king cobra masuk ke dalam dapur rumah, Kamis (22/1/2026) siang. Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Menindaklanjuti laporan itu, satu regu rescue dari Peleton II Regu III segera diberangkatkan menuju lokasi hanya dua menit setelah laporan masuk. Petugas tiba di lokasi dan mulai melaksanakan operasi evakuasi.
Proses pencarian pun difokuskan di area dapur rumah warga, sesuai informasi awal dari pelapor.
Ular berbisa tersebut sempat bersembunyi, sehingga petugas harus melakukan penyisiran dengan hati-hati demi menghindari risiko gigitan.
Setelah kurang lebih 41 menit melakukan pencarian dan penanganan, petugas akhirnya berhasil menemukan dan mengamankan ular bernama latin Ophiophagus hannah tersebut.
Operasi itupun berlangsung lancar tanpa ada korban jiwa maupun luka-luka.
Kasi Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kotim Heri Wahyudi, mengatakan bahwa evakuasi ular berbisa memerlukan kehati-hatian dan koordinasi yang baik agar tidak membahayakan warga maupun petugas di lapangan.
“Jenis ular yang kami evakuasi adalah king cobra, salah satu ular berbisa paling berbahaya. Karena itu, proses penanganan dilakukan sesuai prosedur keselamatan,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak mencoba menangani sendiri satwa liar berbahaya yang masuk ke permukiman.
Menurutnya, langkah paling aman adalah segera melapor ke petugas berwenang agar dapat ditangani secara profesional.
Proses evakuasi juga mendapat dukungan dari komunitas Amang Rimba Borneo. Damkar Kotim memastikan kesiapsiagaan terus ditingkatkan guna merespons cepat laporan warga, tidak hanya kebakaran, tetapi juga kejadian non-kebakaran yang berpotensi membahayakan keselamatan. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana