SAMPIT – Polemik penyaluran pupuk bersubsidi di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mencuat. Kelangkaan pupuk subsidi yang dialami petani memicu keresahan, bahkan berujung protes ke kios pupuk setempat. Efeknya, para petani menggeruduk kios pupuk di wilayah tersebut pada Senin (26/1/2026) untuk melayangkan protes.
Kepala Desa Lampuyang, Muksin, menegaskan bahwa masalah distribusi pupuk bersubsidi sudah berlangsung beberapa tahun belakangan.
Ia menyebut, banyak petani sawah mengeluhkan tidak pernah menerima pupuk sesuai alokasi, meski nama mereka tercatat sebagai penerima.
Petani menduga ada penyimpangan distribusi itu, di mana pupuk bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi petani sawah diduga dijual untuk petani sawit.
“Datang pagi, siang habis. Datang siang, sore habis. Alasannya kuotanya tidak cukup. Tapi pupuknya itu larinya keluar. Diduga di ke petani-petani yang membangun sawit,” ungkapnya kepada kaltengpos.jawapos.com, Selasa (27/1/2026).
Masalah ini, menurut Muksin, sudah terjadi sejak 2020 dan semakin marak hingga sekarang.
Pemerintah desa telah beberapa kali meminta data penyaluran pupuk kepada pengelola kios, namun tidak mendapatkan respons yang terbuka.
“Kami ini punya 73 kelompok tani dengan sekitar 8.000 hektare lahan di Lampuyang. Orangnya ada, lahannya ada, tapi pupuknya tidak pernah utuh diterima,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, pemerintah desa bersama tiga desa lainnya berencana menggelar pertemuan untuk mengumpulkan data riil penerima pupuk. Hasil pendataan itu akan dijadikan bahan laporan ke instansi terkait dan dibawa ke forum resmi.
“Kami minta warga tetap tenang dan tidak anarkis. Rencananya juga akan ada rapat dengar pendapat agar masalah ini terang,” bebernya.
Ia menyebut pihaknya juga telah melaporkan kejadian itu kepada Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Dalam laporan itu, para pelaku yang terlibat dalam permasalahan itu diminta agar dicopot.
“Laporan ini sdah sampai langsung ke pak Amran Sulaiman tadi malam dan segera akan diproses. Karena kami langsung laporkan ke beliau. Tinggal tunggu ekskusinya sana lagi dan kami minta dicopot pelaku-pelaku yang terlibat di kios itu,” pungkasnya. (mif/ram)
Editor : Ayu Oktaviana