Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Stok Beras di Bulog Kotim 7.000 Ton, Pasokan Aman Hadapi Ramadan dan Lebaran 2026 untuk Kotim dan Seruyan

Agus Pramono • Rabu, 11 Februari 2026 | 20:00 WIB
Kepala Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad
Kepala Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad

SAMPIT – Ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dan Seruyan dipastikan dalam kondisi aman menjelang Ramadan dan Idulfitri tahun ini. Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Kotim menyatakan stok beras yang tersimpan saat ini cukup untuk menopang kebutuhan masyarakat hingga berbulan-bulan ke depan.

Kepala Bulog KC Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengatakan total stok beras yang dikelola Bulog mencapai sekitar 7.000 ton, dengan daya tahan logistik hingga sembilan bulan ke depan.

“Stok kita sangat aman, kurang lebih 7.000 ton. Secara hitungan internal, itu cukup untuk ketahanan sampai sembilan bulan ke depan. Jadi untuk menghadapi Ramadan dan Lebaran, insya Allah aman,” ujarnya, Rabu (11/2/2026).

Ia menambahkan, posisi stok Bulog juga akan semakin kuat karena wilayah Kotim dan Seruyan akan memasuki masa panen pada Februari hingga Maret, sehingga Bulog kembali melakukan penyerapan gabah petani.

“Kita sedang menghadapi panen. Puncaknya Februari dan Maret. Itu otomatis kita serap lagi gabah petani, sehingga stok ke depan makin kuat, baik untuk Lebaran maupun program intervensi harga pemerintah,” jelasnya.

Dari sisi harga, Bulog memastikan kondisi pasar relatif stabil. Bahkan, beras medium program SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) masih dijual di bawah harga eceran tertinggi (HET).

“Dari hasil survei, ada pedagang yang menjual beras SPHP Rp62.000, padahal HET-nya Rp65.500. Artinya harga masih stabil, bahkan di bawah HET,” katanya.

Untuk distribusi, masyarakat dapat membeli beras Bulog melalui berbagai saluran resmi, baik langsung ke outlet Bulog maupun jaringan mitra.

“Bisa datang ke kantor Bulog, mitra pengecer, dan RPK. Di Kotim ada hampir 40 RPK, di Seruyan sekitar 20 RPK,” ujarnya.

Azwar juga menjelaskan komposisi stok beras yang dikelola Bulog KC Kotim, yang mayoritas merupakan produksi lokal.

Namun, ada juga stok beras impor dari luar negeri.

“Sekitar 80 persen beras lokal, sisanya 20 persen masih beras impor yang ada di gudang, dari Vietnam dan Myanmar. Tapi statusnya tetap medium PSO, harganya sama. Untuk SPHP di gudang Bulog Rp11.300 per kilogram,” jelasnya.

Selain beras, Bulog juga memiliki stok minyak goreng untuk menjaga stabilitas pasar. Saat ini tersedia minyak goreng premium sekitar 4.000–5.000 liter, serta minyak penugasan pemerintah.

“Kita sudah menerima sekitar enam truk minyak penugasan, kurang lebih 4.200 dus. Itu kita jual Rp14.500, dan pengecer ke masyarakat maksimal Rp15.700 sesuai HET,” pungkasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#idulfitri #gabah petani #ketersediaan pangan #minyak goreng #beras lokal #beras medium #Kotawaringin Timur (Kotim) #perum bulog #Beras sphp #SPHP #stok beras #stok bulog #Idulfitri 1447 H #beras impor