SAMPIT- Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili bagi umat Konghucu bukan sekadar satu hari perayaan, melainkan rangkaian panjang ritual spiritual yang sarat makna. Umat Konghucu menjalani tahapan ibadah yang dimulai jauh sebelum pergantian tahun hingga ditutup dua pekan setelah Imlek.
Rangkaian itu diawali dengan ibadah Er Shi Sheng An, yang dilaksanakan enam hari sebelum Tahun Baru Imlek. Ritual ini menjadi pembuka spiritual sebelum memasuki pergantian tahun dalam kalender Tiongkok.
Setelah itu, umat Konghucu melaksanakan ibadah tepat saat pergantian tahun baru Imlek, yang dilakukan pada tengah malam. Ritual ini menjadi momen utama penyambutan tahun baru secara spiritual. Setelah itu, ibadah syukur digelar seminggu pasca Imlek, dan ditutup dengan perayaan Cap Go Meh dua minggu usai Imlek.
“Setelah itu, ibadah syukur digelar seminggu setelah Imlek, lalu ditutup dengan perayaan Cap Go Meh dua minggu setelah pergantian tahun,” jelas Wenshi Suhardi, Pemuka Agama Konghucu di Kotim, Kamis (12/2/2026).
Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili sendiri memasuki Shio Kuda Api. Secara filosofi, kuda melambangkan kecepatan, energi, dan kekuatan, sedangkan api melambangkan perubahan dan transformasi.
“Siapa yang bisa beradaptasi dengan perubahan dan kecepatan zaman, dia yang akan maju. Yang tidak mampu beradaptasi, akan tertinggal. Seperti kuda yang selalu bergerak dinamis, dan api sebagai simbol perubahan,” tuturnya.
Di tahun baru ini, ia berharap kehidupan bangsa Indonesia semakin harmonis, dengan toleransi antarumat beragama yang terus terjaga.
“Siapa pun yang bisa beradaptasi dengan perubahan zaman, dialah yang akan melangkah lebih maju,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana