SAMPIT – Kerusakan kompresor di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) PT Naga Jaya Makmur, Jalan HM Arsyad Km 10 Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) rupanya menjadi biang kerok sulitnya mendapatkan elpiji 3 kilogram. Kerusakan itu diketahui terjadi sejak Kamis (19/2/2026) lalu.
Kerusakan kompresor itu membuat seluruh pengisian pada nozel (perangkat pengisian, red) terganggu. Akibatnya, pangkalan elpiji harus mengisi gas ke Kota Pangkalan Bun yang berjarak empat jam perjalanan. Hal itu tentu saja memerlukan waktu.
Usai sempat terganggu, pihak SPBE memastikan operasional pengisian kini kembali berjalan normal.
Gangguan sebelumnya dipicu kerusakan kompresor yang menjadi pusat suplai seluruh unit pengisian.
Kepala Operasional SPBE PT Naga Jaya Makmur, Robby, menjelaskan bahwa kerusakan terjadi pada mesin kompresor yang berfungsi menyuplai seluruh nozzle pengisian tabung elpiji
“Dapat trouble itu di mesin, di kompresor. Kompresor ini untuk suplai semua unit pengisian. Jadi ketika kompresor bermasalah, otomatis pengisian ikut terganggu,” jelasnya, Senin (23/2/2026).
Menurutnya, begitu gangguan terdeteksi, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan pengalihan sebagian alokasi distribusi agar pasokan elpiji 3 kilogram tetap tersedia di masyarakat.
Selain itu, pihak SPBE juga segera melakukan pengadaan unit kompresor baru. Karena unit yang dibutuhkan berukuran besar dan didatangkan dari luar daerah, proses pengiriman memerlukan waktu hingga akhirnya tiba pada hari Minggu kemaren.
“Unitnya besar dan dari luar daerah, jadi baru tiba hari Minggu. Kemarin sudah dipastikan aman, dan hari ini bisa dioperasikan secara normal,” katanya.
Selama terkendala, Pertamina juga pengalihan ke SPBE di Pangkalan Bun. Selain itu pengalihan juga dilakukan wilayah Tengkiling, Kota Palangka Raya untuk memastikan pasokan tetap terbagi dan tidak terhenti.
“Dari pihak Pertamina sudah melakukan alokasi bantuan ke SPBE di Pangkalan Bun, sebagian lagi mungkin ke daerah Tengkiling. Jadi sementara itu tetap tersuplai, hanya terbagi,” ungkapnya.
Saat ini ada sembilan nozel yang beroperasi dari total 12 nozel. Dua nozel sebelumnya disegel Polda Kalteng karena diduga terdapat takaran yang tak sesuai.
Sementara satu nozel lain diinformasikan rusak. Sembilan nozel itu diperkirakan akan mencukupi pendistribusian. (mif)
Editor : Agus Pramono