Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Aktivitas Arus Mudik di Pelabuhan Sampit Mulai Terlihat, Sejumlah Pemudik Memilih Berangkat Lebih Awal

Agus Pramono • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:30 WIB

Arus mudik di Pelabuhan Sampit. MIFTAH/KALTENG POS
Arus mudik di Pelabuhan Sampit. MIFTAH/KALTENG POS

SAMPIT – Ramadan belum setengah jalan, namun aktivitas mudik di Pelabuhan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai terlihat. Ratusan penumpang berlabuh menggunakan KM Dharma Rucitra VI, milik PT Dharma Lautan Utama (DLU) pada Kamis (26/2/2026) petang.

Kebanyakan dari mereka adalah para pekerja yang sengaja mengambil cuti lebih awal. Tujuannya, agar bisa merasakan puasa dan lebaran lebih lama di kampung halaman.

“Sengaja pengen pulang cepat biar bisa lebih lama di kampung,” ujar Agus, pria asal Pati.

Baca Juga: Libur Natal dan Tahun Baru 2026, Pemudik Via Kapal Dapat Diskon 20 Persen

Pria yang bekerja di sebuah ekspedisi di Sampit itu mengaku mudik lebih awal juga memberikan keuntungan tersendiri. Ia tak perlu berdesakan jika berangkat saat mendekati lebaran. Ia juga mengaku mendapatkan harga tiket lebih murah.

“Kalau dekat lebaran biasanya desak-desakan. Kalau bisa sekarangkan lebih baik. Dapat harga tiket Rp308 ribu,” ucapnya.

Sementara itu, Manager DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengatakan pihaknya sengaja membuka program diskon di awal Ramadan agar masyarakat tidak menumpuk menjelang Hari Raya Idul Fitri.

“Di awal Ramadan ini kami memberikan program diskon supaya pelanggan bisa mudik lebih awal, tidak berdesakan saat mendekati lebaran, dan tentu mendapatkan harga yang lebih murah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program potongan harga tersebut bukan hal baru. Setiap momen Lebaran, DLU selalu menyiapkan skema diskon dalam beberapa tahap.

“Setiap tahun kami memang memberikan diskon. Biasanya ada beberapa tahap, mulai awal puasa sampai mendekati lebaran,” jelasnya.

Respons masyarakat pun disebut cukup positif. Banyak warga yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengatur perjalanan lebih santai tanpa harus berebut tiket di masa puncak arus mudik.

“Alhamdulillah antusias. Warga bisa mudik lebih awal dengan harga lebih terjangkau dan tidak terlalu padat,” katanya.

Kapal KM Dharma Rucitra VI itu bertolak dari Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, pukul 18.00 WIB dengan jumlah penumpang sekitar 315 orang.

“Hari ini tujuan Surabaya, update terakhir sekitar 315 penumpang,” ungkapnya.

Meski terjadi kenaikan dibanding hari biasa, lonjakannya masih belum terlalu signifikan. DLU memprediksi puncak arus mudik akan terjadi sekitar 15 hari sebelum Lebaran.

“Perkiraan kami puncaknya mulai H-15 sebelum lebaran,” sebutnya.

Untuk mendukung layanan arus mudik dan balik Lebaran, DLU menyiapkan dua armada. Rute Sampit–Surabaya direncanakan dilayani KM Kirana III dengan kapasitas sekitar 500 penumpang, sedangkan rute Sampit–Semarang tetap menggunakan KM Dharma Rucitra VI berkapasitas sekitar 370 penumpang. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#mudik #KM Dharma Rucitra VI #hari raya idul fitri #pelabuhan tanjung perak #arus mudik #DLU Sampit #Pelabuhan Sampit #kampung halaman #puncak arus mudik #harga tiket #lebaran