SAMPIT – Fenomena gerhana bulan diprakirakan dapat disaksikan di seluruh wilayah Indonesia pada Selasa (3/3/2026) malam. Namun, kondisi cuaca di sejumlah daerah Kalimantan Tengah (Kalteng) didominasi berawan hingga hujan ringan, sehingga masyarakat diimbau memperhatikan prakiraan cuaca sebelum melakukan pengamatan.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Haji Asan Sampit, Alfa Centauri, menyampaikan bahwa gerhana bulan diperkirakan mulai terjadi pada pukul 18.03 WIB dan berpotensi terlihat di seluruh Indonesia. Di Kota Sampit, cuaca diperkirakan berawan saat malam hari.
“Untuk cuaca malam ini diprakirakan berawan. Untuk gerhana bulan diprakirakan bisa terlihat di seluruh wilayah Indonesia, mulai terjadi pada pukul 18.03 WIB,” ujarnya saat dihubungi kaltengpos.jawapos.com.
Prakiraan cuaca Kalteng Selasa, 3 Maret 2026
Berdasarkan prakiraan cuaca wilayah Kalteng, sejumlah daerah diprediksi mengalami hujan ringan pada siang hingga malam hari.
Di Sampit misalnya, pagi hari cerah berawan, namun siang dan malam hari diprakirakan turun hujan ringan, sebelum kembali cerah berawan pada dini hari.
Suhu berkisar 23–33 derajat Celsius dengan kecepatan angin 12 km per jam dan kelembapan 58–98 persen.
Kondisi serupa juga terjadi di Palangka Raya, Kuala Kapuas, Kuala Kurun, dan Muara Teweh, di mana hujan ringan berpotensi turun pada siang dan malam hari. Bahkan di Kasongan dan Tamiang Layang, hujan petir diprakirakan terjadi pada malam hari, yang bisa mengganggu jarak pandang saat puncak gerhana.
Sementara itu, wilayah seperti Sukamara dan Nanga Bulik relatif lebih stabil dengan kondisi cerah berawan sepanjang hari. Di Kuala Pembuang, angin bertiup cukup kencang mencapai 20 km per jam, dengan hujan ringan diprediksi turun pada siang hari.
Alfa menambahkan, meski secara umum gerhana bulan dapat terlihat di Indonesia, keberhasilannya sangat bergantung pada kondisi tutupan awan di masing-masing wilayah. Karena itu, masyarakat diimbau memilih lokasi terbuka dan memantau perkembangan cuaca terkini. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana