SAMPIT – Arus mudik melalui jalur laut di Pelabuhan Sampit mulai menunjukkan peningkatan. PT Dharma Lautan Utama (DLU) Cabang Sampit mencatat adanya kenaikan jumlah penumpang kapal dalam beberapa hari terakhir menjelang puncak mudik Lebaran.
Manager DLU Cabang Sampit, Kacung Muhadi, mengatakan pada operasional Sabtu (7/3/2026) sore, kapal KM Kirana III melayani kedatangan sekaligus keberangkatan penumpang dari Pelabuhan Sampit.
“Kapal KM Kirana III datang dari Pelabuhan Tanjung Mas Semarang dengan membawa 29 penumpang dan kembali berangkat menuju Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan membawa 592 penumpang,” ujarnya.
Selain mengangkut penumpang, kapal tersebut juga membawa kendaraan milik penumpang dalam jumlah cukup banyak.
“Untuk kendaraan yang diangkut hari ini ada sekitar 20 unit kendaraan campuran,” katanya.
Ia menjelaskan, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, jumlah penumpang yang berangkat dari Sampit saat ini mulai mengalami sedikit peningkatan.
“Dari periode sebelumnya sampai hari ini ada peningkatan sekitar tiga persen,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pihaknya juga tengah menunggu keputusan terkait dispensasi penambahan kapasitas penumpang pada kapal.
“Insya Allah minggu depan atau sekitar tanggal 15 kemungkinan dispensasi sudah keluar. Kalau sudah keluar, langsung kami buka di sistem sehingga bisa diakses oleh masyarakat,” ungkapnya.
Menurutnya, dengan dibukanya tambahan kapasitas tersebut di sistem penjualan tiket, masyarakat akan dapat langsung memesan tiket secara daring seperti biasa.
“Ketika sudah kami buka di sistem, berarti semua masyarakat bisa langsung mengakses untuk pemesanan tiket,” ujarnya.
Di sisi lain, DLU juga terus memantau kondisi cuaca yang dapat memengaruhi operasional pelayaran selama masa mudik. Koordinasi rutin dilakukan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pihak regulator pelabuhan.
“Kami selalu berkoordinasi dengan BMKG yang mengeluarkan prakiraan cuaca untuk pelayaran setiap tujuh hari,” katanya.
Apabila dalam periode tersebut terjadi potensi cuaca buruk atau ekstrem, pihaknya akan berkoordinasi lebih lanjut dengan regulator untuk menentukan langkah yang harus diambil.
“Kalau dalam prakiraan itu ada potensi cuaca buruk atau ekstrem, kami akan koordinasikan dengan KSOP selaku regulator,” pungkasnya. (mif)
Editor : Agus Pramono