SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mulai melakukan peninjauan sejumlah objek wisata menjelang libur Idulfitri pada Senin (16/3/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesiapan tempat wisata sekaligus meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengunjung saat libur Lebaran.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Ramadansyah mengatakan kegiatan ini dilakukan karena biasanya pada hari kedua hingga ketiga Lebaran banyak masyarakat yang mengunjungi tempat wisata di Kotim.
Salah satu lokasi yang ditinjau adalah objek wisata Danau Alam Salju yang diketahui cukup ramai dikunjungi wisatawan. Menurutnya, pada periode libur Lebaran tahun lalu jumlah pengunjung di tempat tersebut bahkan mencapai ribuan orang dalam sehari.
“Informasi dari pengelola, tahun lalu rata-rata bisa mencapai sekitar 5.000 pengunjung dalam satu hari saat libur Lebaran,” katanya.
Melihat tingginya potensi kunjungan tersebut, pihaknya meminta pengelola objek wisata untuk meningkatkan aspek keselamatan, terutama dengan memasang papan peringatan di titik-titik yang dianggap berbahaya.
“Kami minta kepada pengelola agar memberikan edukasi kepada pengunjung melalui tulisan atau papan peringatan di tempat-tempat yang berbahaya. Selain itu orang tua juga harus memperhatikan anak-anaknya saat berwisata,” ucapnya.
Ia menegaskan, langkah tersebut penting agar kegiatan berwisata tetap memberikan rasa bahagia bagi masyarakat tanpa menimbulkan kejadian yang tidak diinginkan.
“Kita berharap masyarakat bisa berwisata dengan aman dan menyenangkan, jangan sampai berwisata tetapi justru berujung duka,” tegasnya.
Selain Danau Alam Salju, tim juga meninjau beberapa lokasi lain seperti Kolam Renang Aquarius dan Sampit Waterpark.
Menurut Ramadansyah, tempat-tempat wisata yang memiliki wahana air perlu mendapatkan perhatian khusus karena rawan terjadi kecelakaan.
Di sisi lain, pihaknya juga mengingatkan agar lokasi yang sebenarnya bukan objek wisata tetapi sering dikunjungi masyarakat untuk dipasangi penanda atau bahkan ditutup jika dianggap berbahaya.
“Kami juga meminta agar tempat-tempat yang bukan objek wisata tetapi sering dikunjungi masyarakat, jika memang berbahaya sebaiknya dipasang portal atau papan peringatan agar tidak digunakan untuk berenang,” jelasnya.
Selain aspek keselamatan, Disbudpar juga akan mengevaluasi pengelolaan kebersihan di sejumlah objek wisata. Hal ini dilakukan mengingat jumlah sampah biasanya meningkat seiring tingginya jumlah pengunjung.
“Kalau pengunjung ramai tentu sampah juga meningkat. Karena itu kami minta pengelola menambah tempat sampah agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap kebersihan juga penting terutama di objek wisata yang ramai seperti Pantai Ujung Pandaran. Menurutnya, kesadaran pengelola dan pengunjung sangat diperlukan agar kawasan wisata tetap bersih dan nyaman.
“Harapannya wisata di Kotim bisa tetap bersih, rapi dan nyaman sehingga masyarakat yang datang benar-benar bisa menikmati liburan dengan aman dan menyenangkan,” pungkasnya. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana