SAMPIT – Memasuki masa libur Idulfitri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur mulai memperkuat pengawasan di sejumlah objek wisata, terutama kawasan perairan yang dinilai rawan kecelakaan.
Langkah ini diambil menyusul tingginya potensi kunjungan masyarakat ke lokasi wisata saat Lebaran, yang kerap diiringi dengan meningkatnya risiko insiden, khususnya di danau-danau bekas galian.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengungkapkan bahwa sebagian besar danau di wilayah Sampit merupakan eks tambang galian C yang memiliki kedalaman tidak merata. Kondisi tersebut dinilai berbahaya, terutama bagi anak-anak yang kurang memahami risiko.
“Awal tahun ini sudah ada kejadian anak usia 12 tahun yang tenggelam. Ini menjadi perhatian serius bagi kami agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya, Kamis (19/3/2026).
Sebagai bentuk antisipasi, BPBD akan menurunkan sedikitnya 12 personel pada hari kedua dan ketiga Lebaran di sejumlah titik wisata air. Sementara itu, posko siaga tetap beroperasi penuh selama 24 jam untuk merespons keadaan darurat.
Menurut Multazam, jumlah personel tersebut bersifat fleksibel dan dapat ditambah apabila terjadi lonjakan pengunjung di lapangan.
“Kami juga membuka ruang kerja sama dengan relawan maupun masyarakat yang ingin terlibat dalam pengawasan. Semakin banyak yang peduli, semakin besar peluang kita mencegah kejadian yang tidak diinginkan,” katanya.
Selain itu, BPBD bersama jajaran pemerintah daerah juga telah melakukan peninjauan langsung ke beberapa lokasi wisata guna memetakan potensi kerawanan serta menyiapkan langkah penanganan jika terjadi kepadatan pengunjung.
Pengawasan akan dilakukan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pengelola wisata dan instansi terkait lainnya.
BPBD juga mengingatkan para pengelola agar meningkatkan standar keselamatan, seperti menambah petugas penjaga dan memastikan pengunjung mematuhi aturan yang berlaku di area wisata.
“Banyak kejadian terjadi karena kelalaian. Jadi penting bagi semua pihak, baik pengelola maupun pengunjung, untuk lebih waspada,” tegasnya.
Di sisi lain, BPBD berencana memberikan sosialisasi terkait keselamatan kepada masyarakat, khususnya anak-anak, agar lebih memahami risiko saat berada di area perairan.
Upaya ini diharapkan dapat menekan angka kecelakaan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat dapat menikmati waktu berwisata dengan aman.
“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Dengan kerja sama, kita harap suasana libur Lebaran tetap kondusif,” pungkas Multazam. (mif)
Editor : Ayu Oktaviana