SAMPIT-Fenomena menarik terjadi pada arus transportasi laut Lebaran di Pelabuhan Sampit. Meski lebaran sudah lewat, arus mudik ternyata masih berlangsung dengan jumlah penumpang berangkat yang tetap tinggi, sementara arus balik justru belum menunjukkan pergerakan signifikan.
Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Kepelabuhanan KSOP Kelas III Sampit sekaligus Ketua Posko Angkutan Laut Lebaran, Gusti Muchlis, mengungkapkan bahwa pada Kamis ini pihaknya kembali memberangkatkan KM Lawit milik PT Pelni tujuan Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan jumlah penumpang yang cukup besar, Kamis (26/3/2026).
Meski sudah masuk arus balik lebaran, namun pemudik yang berlabuh ke pulau Jawa masih tergolong tinggi dengan lebih dari seribu penumpang.
“Kita akan memberangkatkan KM Lawit tujuan Surabaya. Untuk penumpang naiknya pada hari ini berjumlah 1.209 orang penumpang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, sehari sebelumnya kapal yang sama tiba dari Semarang dengan jumlah penumpang turun hanya 189 orang.
Jika dibandingkan, selisih antara penumpang berangkat dan datang masih cukup jauh.
“Total hingga H+5 jumlah penumpang turun berjumlah 1.157, kemudian untuk penumpang naiknya sampai dengan hari ini jumlah 7.887 orang selama periode lebaran,” jelasnya.
Menurut Gusti, tingginya angka keberangkatan ini menandakan bahwa arus mudik belum sepenuhnya selesai. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan tiket pada hari-hari sebelumnya.
“1.209 orang itu memang kebanyakan yang kemarin tidak mendapatkan tiket, sehingga baru bisa berangkat hari ini,” katanya.
Selain itu, faktor budaya juga turut memengaruhi. Sebagian masyarakat masih menunda keberangkatan karena mengikuti tradisi Lebaran Ketupat yang biasanya dirayakan tujuh hari setelah Idulfitri.
“Biasanya mereka masih melaksanakan hari raya ketupat setelah Lebaran, jadi sampai sekarang jumlah penumpang masih tinggi,” tambahnya.
Sementara itu, arus balik masih terpantau rendah. Hingga saat ini, jumlah penumpang yang kembali melalui Pelabuhan Sampit masih minim dan belum menunjukkan peningkatan berarti.
“Untuk arus baliknya itu masih di bawah, kemarin hanya 189. Jadi mereka masih belum mengadakan perjalanan balik, posisi masih berada di kampung,” ungkapnya.
Gusti memperkirakan puncak arus balik justru akan terjadi setelah periode posko angkutan Lebaran berakhir, berbeda dengan pola umum yang biasanya terjadi di tengah periode.
“Kemungkinan arus baliknya nanti puncaknya setelah periode posko ini sudah berakhir,” ujarnya.
Dari sisi armada, hingga saat ini sudah delapan kapal yang melayani angkutan Lebaran di Pelabuhan Sampit dari total 12 kapal yang disiapkan. Artinya, masih ada empat kapal lagi yang akan beroperasi dalam beberapa hari ke depan.
“Untuk sekarang ini posisi baru delapan kapal, jadi masih ada empat kapal lagi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa arus balik diperkirakan berlangsung lebih panjang, bahkan bisa mencapai satu bulan ke depan. Hal ini karena para pemudik tidak terburu-buru untuk kembali. Periode mudik kali ini juga tergolong pendek dari tahun sebelumnya dengan durasi hanya 18 hari.
“Pasti arus baliknya masih panjang, karena jumlah mudik sudah ribuan, sementara yang kembali masih sedikit. Tapi mereka lebih santai, tidak mengejar apa-apa,” tandasnya.
Sementara itu, kapal KM Kirana III dari operator Dharma Lautan Utama dijadwalkan tiba pada siang hari dengan membawa 429 penumpang, menambah pergerakan arus penumpang di Pelabuhan Sampit.(mif)
Editor : Ayu Oktaviana