Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Beruang Madu Muncul di Kebun Warga Kawasan Lingkar Utara Sampit

Agus Pramono • Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:45 WIB

Area yang ditemukan Beruang Madu. BKSDA
Area yang ditemukan Beruang Madu. BKSDA

SAMPIT – Kemunculan satwa liar kembali dilaporkan terjadi di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur. Seekor beruang madu diduga berkeliaran di kawasan Jalan Lingkar Kota Utara menuju Simpang Kandan, dan sempat memicu insiden dengan hewan peliharaan warga.

Peristiwa ini mencuat setelah laporan warga yang mendengar keributan dari arah semak-semak pada malam hari. Suara gonggongan anjing yang tidak biasa mengundang kecurigaan, namun warga memilih tidak mendekat karena khawatir akan bahaya.

Keesokan harinya, warga menemukan salah satu anjing dalam kondisi mengenaskan. Dugaan sementara, hewan tersebut menjadi korban serangan satwa liar yang berada di sekitar lokasi.

“Suara anjing ribut sekali malam itu, seperti sedang menyerang sesuatu. Tapi kami tidak berani keluar,” ujar Fendi, warga setempat, Jumat (27/3/2026).

Ia juga mengaku sempat melihat sosok beruang berukuran besar di area tersebut. Dari indikasi di lapangan, diduga sempat terjadi interaksi antara beruang dengan beberapa anjing warga.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit pada Senin (16/3/2026) lalu untuk ditindaklanjuti. Petugas pun melakukan pengecekan langsung ke lokasi kejadian di wilayah Kelurahan Kotabesi Hulu, Kecamatan Kotabesi.

Kepala BKSDA Resort Sampit, Muriansyah, menjelaskan bahwa kondisi lokasi cukup sulit dijangkau. Tim harus berjalan kaki sekitar 400 meter untuk mencapai titik yang dilaporkan warga.

“Dari hasil pengecekan, tidak ditemukan sumber pakan seperti pohon buah. Kemungkinan beruang hanya melintas,” jelasnya.

Ia menduga satwa tersebut masuk ke area sekitar pondok warga dan kemudian dikejar oleh anjing, sehingga memicu konflik. Dalam situasi tersebut, beruang diperkirakan melakukan perlawanan.

Petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tidak mendekati atau mencoba mengusir satwa liar secara mandiri. Hal ini penting untuk menghindari risiko serangan.

Kemunculan beruang madu di sekitar permukiman bisa dipicu oleh berbagai faktor, seperti perubahan habitat atau gangguan aktivitas manusia.

“Kami minta warga segera melapor apabila kembali melihat keberadaan satwa liar, agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan aman guna mencegah konflik yang lebih besar,” tandasnya. (mif)

Editor : Ayu Oktaviana
#BKSDA Resort Sampit #Balai Konservasi Sumber Daya Alam #beruang #beruang madu #satwa liar