SAMPIT-Kelangkaan Minyakita yang dikeluhkan pedagang dalam beberapa waktu terakhir disinyalir berkaitan dengan program bantuan pangan nasional yang menyerap pasokan dalam jumlah besar.
Di pasaran, sejumlah pedagang menjual Minyakita di atas Harga Eceran tertinggi (HET) yaitu mencapai Rp17 ribu per liter. Sedangkan harga HET diangka 15.700 per liter.
Baca Juga: Bulan April-Mei 2026 di Kalteng, 205 Ribu Orang Akan Menerima Bantuan Pangan
Terkait itu, Kepala Bulog Sampit, Muhammad Azwar Fuad, menyebut pada Maret lalu produsen lebih memprioritaskan distribusi untuk program pemerintah yakni untuk bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dibanding pasar umum.
“Di bulan Maret kemarin produsen diminta menyuplai Minyakita untuk program bantuan pangan dulu,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Dalam program tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa beras dan minyak goreng dalam jumlah cukup besar.
Baca Juga: Mentan Andi Amran: Stok Pangan RI Aman hingga 11 Bulan ke Depan, Siap Menghadapi El Nino Godzilla
“Alokasinya 10 kilogram beras dan 2 liter minyak per bulan, dan diberikan dua bulan. Jadi totalnya 4 liter minyak per keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, fokus distribusi ke program tersebut membuat suplai ke pasar umum sempat tersendat. Namun kondisi ini diperkirakan hanya sementara.
“Saya yakin di April ini suplai dari pabrik sudah mulai normal,” katanya.
Baca Juga: 18.669 Warga di Palangka Raya Menerima Bansos Beras dari Pemerintah
Ia berharap distribusi kembali stabil sehingga harga di tingkat pedagang bisa segera menyesuaikan. (*)
Editor : Ayu Oktaviana