SAMPIT-Penyaluran bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tahap II mulai berjalan di wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Perum Bulog Cabang Sampit memastikan ketersediaan stok beras maupun minyak goreng dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan penerima bantuan.
Kepala Perum Bulog Cabang Sampit, Muhammad Azwar Fuad, menyampaikan bahwa cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersedia saat ini dinilai sangat mencukupi untuk mendukung program nasional tersebut.
“Stok beras CBP kita saat ini sekitar 6.900 ton dengan ketahanan hingga sembilan bulan. Ini sangat cukup, apalagi kebutuhan bantuan pangan untuk tiga kabupaten, yakni Kotim, Seruyan, dan Katingan, kurang lebih hanya sekitar 1.200 ton,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah telah mengatur distribusi pasokan dari produsen hingga ke Bulog secara terukur, sehingga tidak ada kekhawatiran kekurangan bahan pangan selama program berlangsung.
“Karena ini program nasional, suplai dari pabrik ke Bulog sudah disesuaikan dengan jumlah penerima. Jadi bahan pangan dipastikan aman,” tegasnya.
Untuk mekanisme penyaluran, bantuan langsung didistribusikan hingga ke tingkat desa sebelum diteruskan kepada masyarakat penerima manfaat.
Adapun jenis beras yang disalurkan merupakan beras medium dari cadangan beras pemerintah (CBP), serupa dengan beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP).
“Yang disalurkan itu beras medium, cadangan beras pemerintah seperti SPHP. Jadi kualitasnya standar untuk konsumsi masyarakat,” katanya.
Ia juga mengungkapkan bahwa proses distribusi sudah mulai berjalan, salah satunya di Kecamatan Baamang. Penyaluran ditargetkan rampung sebelum batas waktu yang telah ditentukan pemerintah.
“Penyaluran sudah mulai, baru di Baamang. Dari Bapanas, target penyelesaian sampai 31 Mei,” ungkapnya.
Dalam program ini, setiap keluarga penerima manfaat akan mendapatkan bantuan berupa beras dan minyak goreng untuk dua bulan alokasi.
“Per kepala keluarga total menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” tandasnya. (mif)
Editor : Agus Pramono