Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Wabup Kotim Kutuk Adanya Grup Facebook Menyimpang, Minta Orang Tua Perketat Pengawasan Anak

Miftahul Ilma • Rabu, 15 April 2026 | 14:20 WIB
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati
Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati


SAMPIT – Munculnya grup media sosial yang diduga memuat konten menyimpang di Sampit memicu reaksi dari berbagai pihak salah satunya dari Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Irawati. Ia menilai fenomena tersebut tidak bisa dibiarkan dan harus segera ditindaklanjuti.

Baca Juga: Grup Facebok G*y ABG Sampit Dilaporkan ke Komdigi untuk Diblokir

Sebagai pejabat daerah sekaligus orang tua, Irawati mengaku prihatin dengan adanya informasi terkait grup yang melibatkan kalangan remaja tersebut. Ia menegaskan bahwa perilaku seperti itu tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

“Dalam hal ini tentunya saya juga selaku wakil bupati dan juga selaku orang tua dengan adanya pemberitaan grup itu. Itu adalah perbuatan yang tidak dibenarkan. Apapun itu gay, tidak dibenarkan,” ujarnya, Rabu (15/4/2026). 

Ia juga meminta pihak berwenang untuk segera menelusuri keberadaan grup tersebut, termasuk memastikan isi dan tujuan sebenarnya dari aktivitas di dalamnya.

“Saya minta kepada pihak wajib tentunya agar segera menelusuri grup tersebut. Dan apa yang menjadi isi dari grup tersebut. Apakah itu untuk pencitraan atau memang benar-benar kehidupan gay yang ada dalam grup itu,” tegasnya.

Lebih jauh, Irawati menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam mengawasi aktivitas anak di dunia digital. Menurutnya, penggunaan gadget yang tidak terkontrol bisa membuka peluang anak terpapar konten negatif.

“Saya memberikan wejangan kepada para orang tua tolong awasi anak-anaknya dan awasi gadget yang ada di tangan anak-anak. Karena pengawasan kita dari orang tua yang sangat tentunya bagaimana nanti anak kita ke depan,” katanya.

Ia mengatakan meski Kementrian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengatur batasan usia penggunaan gadget, namun hal itu belum sepenuhnya terealisasi di lapangan. Terlebih lagi dalam penggunaan media sosial. 

“Memang Komdigi sudah mengeluarkan pembatasan dari segi usia. Tetapi untuk pelaksanaannya memang belum. Jadi masih bebas untuk anak-anak memainkan media sosial apapun di dalam gadget tersebut,” jelasnya.

Di sisi lain, Irawati juga mengingatkan pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial, terutama bagi generasi muda agar tidak terjerumus pada hal-hal yang merugikan diri sendiri.

“Kita harus memang bijak menggunakan media sosial. Jadi carilah media sosial yang benar-benar bisa memberikan manfaat tentunya bagi teman-teman,” ujarnya.

Ia berharap, dengan perhatian bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat, generasi muda di Sampit dapat terlindungi dari pengaruh negatif di ruang digital.

“Intinya mudah-mudahan anak-anak Sampit semuanya terlindungi dari perbuatan yang tidak tercelah, tidak baik,” pungkasnya.(*)

Editor : Ayu Oktaviana
#grup gay sampit #konten menyimpang #konten negatif #perilaku menyimpang #gaya