Kabar Terbaru Hukum & Peristiwa Kabar Kalteng Ekonomi & Bisnis Nasional Olahraga Hiburan Kesehatan Internasional Kuliner Wisata Pena Politik Pendidikan

Permintaan Hewan Kurban 2026 Naik, Ketersediaan di Kotim Belum Mencukupi

Miftahul Ilma • Jumat, 17 April 2026 | 17:15 WIB
Pengusaha jual beli sapi di Sampit.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
Pengusaha jual beli sapi di Sampit.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
 
 
SAMPIT – Menjelang Iduladha 2026, kebutuhan hewan kurban di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) diperkirakan meningkat. Namun, jumlah ternak yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi permintaan tersebut.
 
Dari pendataan sementara yang dihimpun pemerintah daerah melalui para pengepul, kebutuhan sapi diproyeksikan mencapai lebih dari seribu ekor. Dari angka itu, ratusan ekor masih belum terpenuhi. Kondisi serupa juga terjadi pada kambing, di mana jumlah yang tersedia masih jauh dari kebutuhan.
 
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Yephi Hartady Periyanto, menjelaskan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan di lapangan.
 
“Angka kebutuhan ini berdasarkan laporan dari pengepul. Nanti akan terus kami perbarui sesuai kondisi terbaru di lapangan,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
 
Seiring meningkatnya aktivitas jual beli hewan kurban, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah pengawasan.
 
Pemeriksaan kesehatan hewan dijadwalkan dilakukan mendekati hari raya, saat distribusi ternak mulai ramai di berbagai titik penjualan.
 
“Pemeriksaan dilakukan mengikuti masuknya hewan ke lokasi penjualan. Semua ternak yang datang akan kami pastikan dalam kondisi sehat dan layak,” katanya.
 
Selain itu, hewan yang telah melalui pemeriksaan dan dinyatakan memenuhi syarat akan diberi penanda khusus sebagai bentuk jaminan kepada masyarakat.
 
Di sisi lain, tingginya permintaan juga berimbas pada harga ternak yang mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
 
“Menjelang Iduladha biasanya permintaan meningkat, sehingga harga ternak ikut menyesuaikan,” jelasnya.
 
Meski terjadi kenaikan harga hewan, Yephi menilai dampaknya terhadap harga daging di pasar tidak terlalu signifikan karena daging kurban tidak diperjualbelikan secara umum.
 
“Kenaikan terjadi pada hewan hidupnya, sementara daging kurban tidak masuk dalam mekanisme pasar seperti biasa,” pungkasnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana
#distribusi hewan ternak #hewan kurban #sapi kurban #iduladha