SAMPIT – Kondisi fisik jemaah haji menjadi perhatian utama menjelang keberangkatan calon tamu Allah asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Pasalnya, sebagian besar jemaah tahun ini merupakan kalangan lanjut usia (lansia) dan berumur di atas 40 tahun.
Kepala Kementerian Haji dan Umroh Kabupaten Kotim, Tiariyanto, mengatakan persiapan keberangkatan jemaah saat ini hampir selesai dan telah mencapai sekitar 90 persen. Secara umum, tidak ada kendala berarti yang dihadapi para jemaah.
“Kalau persiapannya dari jamaah sudah boleh dibilang sekitar 90 persen, tinggal menunggu koper saja, sudah siap berangkat,” ujar Tiariyanto, Senin (20/4/2026).
Ia menuturkan, menjaga kebugaran menjadi hal penting karena mayoritas jemaah masuk kategori usia rentan. Karena itu, seluruh calon jemaah diminta tetap rutin berolahraga, menjaga pola makan, serta cukup beristirahat sebelum berangkat ke Tanah Suci.
“Untuk jemaah haji kita berharap sebelum keberangkatan ini tetap menjaga kesehatan, selalu rutin olahraga, kemudian pola istirahat dan pola makan dijaga supaya nanti pada saatnya bisa tetap istiqomah ketika berangkat,” katanya.
Berdasarkan data Kementerian Agama, jemaah tertua asal Kotim berusia 77 tahun, sedangkan yang termuda berusia 24 tahun.
Jemaah termuda tersebut diketahui berangkat menggantikan anggota keluarga yang telah meninggal dunia.
Untuk keberangkatan tahun ini, sebanyak 167 jemaah tergabung dalam Kloter 6, sementara Kloter 19 mendapat tambahan empat jemaah. Seluruhnya akan diberangkatkan melalui embarkasi Banjarmasin.
Menurut Tiariyanto, penggunaan embarkasi Banjarmasin sangat membantu, terutama bagi jemaah lansia karena jarak tempuh lebih dekat sehingga mengurangi kelelahan selama perjalanan menuju titik keberangkatan.
“Dengan jarak yang lebih dekat ini sangat membantu karena memperpendek perjalanan, sehingga jamaah tidak terlalu kecapean menuju embarkasi,” jelasnya.
HBaca Juga: Wamenhaj Memastikan Ibadah Haji Tahun 2026 Tak Ada Penundaan Meski Timur Tengah Berggejolak
Ia juga memastikan situasi geopolitik di Timur Tengah tidak memengaruhi pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Pemerintah Arab Saudi disebut telah menjamin keamanan seluruh rangkaian musim haji 2026. (*)
Editor : Ayu Oktaviana