SAMPIT – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat Kecamatan Mentawa Baru Ketapang resmi dimulai, Jumat malam (24/4/2026). Kegiatan keagamaan tersebut dipusatkan di Masjid Al Hidayah, Kelurahan Sawahan.
Asisten III Setda Kotim, Bima Eka Wardhana, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi.
“MTQ dan Festival Seni Qasidah bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan moment untuk memperdalam pemahaman terhadap Al-Qur’an serta memperkuat nilai-nilai keislaman dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti setiap tahapan lomba dengan serius dan menjunjung tinggi sportivitas.
Menurutnya, ajang ini bisa menjadi ruang pembinaan generasi muda agar lebih dekat dengan nilai-nilai keagamaan.
Kegiatan tahunan ini diikuti ratusan peserta dari berbagai kelurahan. Total ada 294 orang yang ambil bagian, terdiri dari 212 peserta MTQ dan 82 peserta FSQ. Mereka akan berkompetisi selama empat hari, mulai 24 hingga 27 April 2026.
Ketua panitia, Abdul Koliq, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari proses seleksi untuk jenjang yang lebih tinggi.
Peserta terbaik nantinya akan mewakili kecamatan pada MTQ tingkat kabupaten.
Sejumlah cabang lomba dipertandingkan, di antaranya tilawah, tahfizh, fahmil Qur’an, syarhil Qur’an, khattil Qur’an, karya tulis ilmiah Al-Qur’an, bintang vokalis, hingga pawai taaruf.
Selain di Masjid Al Hidayah, pelaksanaan lomba juga tersebar di beberapa titik lain, seperti Masjid Syech Maulana Umar Mas’ud, Masjid Nurul Jihad Kompi Antang, TPA Masjid Al Hidayah, serta Aula Kantor Kelurahan Sawahan.
Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya menghasilkan juara, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, Camat Mentawa Baru Ketapang, Irpansyah, menyebut pihaknya menargetkan capaian besar pada MTQ tingkat kabupaten mendatang.
“Pada pelaksanaan tahun ini, kami menargetkan kembali meraih hasil terbaik di tingkat kabupaten yang akan digelar di Mentaya Hulu. Kami ingin mempertahankan gelar juara umum untuk ke-15 kalinya,” katanya.
Ia menegaskan, strategi yang dilakukan adalah memastikan seluruh cabang lomba diikuti. Untuk mencapai target tersebut, pembinaan dilakukan sejak awal tahun melalui LPTQ.
“Peserta diseleksi terlebih dahulu, kemudian dibina dan dilatih oleh pelatih yang kompeten selama kurang lebih enam bulan sebelum MTQ tingkat kabupaten,” jelasnya.
Irpansyah juga memastikan pembinaan tidak berhenti setelah lomba selesai. Namun akan terus dilatih hingga ke tingkat kabupaten jika peserta berhasil meraih prestasi.
“Selama masih berada di bawah binaan kecamatan, peserta akan terus kami latih. Kalau sudah berprestasi di tingkat kabupaten, pembinaannya dilanjutkan oleh LPTQ kabupaten,” imbuhnya.(*)
Editor : Ayu Oktaviana