Iduladha 2026, Pasokan Hewan Kurban di Sampit Capai 800 Ekor Sapi, Termasuk Pesanan Gubernur Agustiar Sabran
Miftahul Ilma• Selasa, 28 April 2026 | 15:00 WIB
Hewan kurban mulai berdatangan melalui Sampit.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
SAMPIT – Sebulan jelang hari raya Iduladha, pasokan hewan kurban mulai berdatangan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).
Tahun ini, pedagang menyiapkan pasokan dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus distribusi bantuan ke sejumlah daerah di Kalimantan Tengah.
Salah satunya dilakukan oleh penjual hewan kurban di Jalan HM Arsyad, kilometer 3,5 Sampit, Daeng Beta. Ia mengatakan total sapi yang disiapkan tahun ini mencapai ratusan ekor dengan porsi terbesar untuk program bantuan pemerintah.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah tersebut tidak lepas dari adanya permintaan dalam skala besar yang akan disalurkan ke berbagai kabupaten.
“Tahun ini sekitar 700 sampai 800 ekor. Itu termasuk pesanan Gubernur Agustiar Sabran sekitar 500 ekor, sisanya untuk masyarakat umum,” ujarnya, Selasa (28/4/2026).
Untuk penjualan langsung ke masyarakat, jumlahnya relatif tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya karena mengikuti pola permintaan yang cenderung stabil.
“Kalau untuk masyarakat umum kurang lebih 250 sampai 300 ekor. Itu relatif sama seperti tahun lalu,” katanya.
Ia mengakui, harga hewan kurban tahun ini mengalami kenaikan. Meski begitu, minat masyarakat disebut tetap terjaga, terutama karena faktor ibadah yang menjadi prioritas utama.
Ia menyebut, sapi merupakan ras Bali yang dipasok dari Sulawesi itu dibandrol dengan harga mulai Rp18 juta hingga Rp75 juta.
Sementara untuk kambing dibandrol dengan harga Rp2,5 juta hingga Rp5 juta.
“Alhamdulillah peminat tetap ada. Untuk ibadah kurban ini biasanya tidak terlalu terpengaruh,” ungkapnya.
Ia menambahkan, tren pembelian biasanya mulai meningkat menjelang hari raya, terutama dalam dua hingga tiga pekan terakhir.
“Puncaknya itu sekitar 15 sampai 20 hari sebelum hari H,” katanya.
Sejauh ini, sejumlah kelompok masyarakat hingga pengurus masjid juga sudah mulai melakukan pemesanan lebih awal untuk memastikan ketersediaan hewan kurban.
“Sudah ada yang DP, terutama rombongan masjid dan pelanggan lama,” tutupnya. (*)