SAMPIT – Curah hujan tinggi yang terjadi sejak Kamis dini hari (30/4/2026) membuat sejumlah kawasan di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, digenangi air. Kondisi ini berdampak pada aktivitas warga dan kelancaran arus kendaraan di beberapa titik.
Genangan terlihat di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang. Air menutup sebagian badan jalan, sehingga pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas.
Dari pantauan di lokasi, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, beberapa ruas yang terdampak di antaranya Jalan HM Arsyad, Jalan Pelita, hingga DI Panjaitan.
Ketinggian air bervariasi itu memaksa pengendara mengurangi kecepatan untuk menghindari mogok maupun kecelakaan.
Salah satu warga, Iyan, menyebut hujan turun cukup lama sejak dini hari hingga pagi dengan intensitas yang cukup tinggi. Kondisi tersebut membuat saluran air tidak mampu menampung debit yang masuk.
“Hujan dari subuh sampai pagi terus deras, air cepat naik. Ada beberapa titik yang cukup dalam, jadi kendaraan harus pelan lewat,” katanya.
Situasi serupa juga terjadi di Kecamatan Baamang. Beberapa ruas seperti Jalan Cristopel Mihing, Jalan Kenan Sandan, Jalan Tjilik Riwut, hingga Jalan Walter Condrat ikut terdampak genangan. Dibeberapa titik, ketinggian air mencapai mata kaki orang dewasa.
Warga setempat menyebut genangan biasanya tidak berlangsung lama, namun tetap mengganggu aktivitas sementara waktu.
“Kalau hujannya berhenti biasanya cepat surut, tapi tadi sempat cukup mengganggu,” ujar Anang, warga Baamang.
Pengguna jalan juga diminta lebih waspada, terutama saat melintas di area yang tergenang air.
Sampai siang hari, sebagian titik masih terendam, seiring cuaca yang masih berpotensi turun hujan. (*)
Editor : Agus Pramono