SAMPIT – Penyaluran bantuan sosial (Bansos) pangan Presiden di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) sempat tersendat akibat masalah pasokan karung kemasan.
Kondisi tersebut bahkan disebut berkaitan dengan dampak konflik global yang memicu gangguan bahan baku plastik.
Perum Bulog Kantor Cabang Kotim memastikan distribusi bantuan akan segera berjalan kembali setelah kebutuhan karung mulai tersedia dari pusat.
Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Kotim, Muhammad Azwar Fuad, mengungkapkan hambatan distribusi bukan disebabkan kekurangan stok beras, melainkan tidak tersedianya karung khusus untuk pengemasan bantuan pangan.
“Banpang presiden memang sempat terhenti karena kesulitan karung kemasannya. Bulog pusat mengalami kesulitan memesan ke pabrik, karena terkendala bahan baku biji plastik dampak konflik di Timur Tengah,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada jadwal distribusi di daerah, termasuk Kotim dan Seruyan. Meski begitu, Bulog memastikan persoalan itu mulai teratasi setelah adanya informasi kedatangan pasokan kemasan dalam waktu dekat.
“Informasi yang kami terima dari Bulog pusat, minggu ini karung kemasan sudah bisa datang. Sehingga bantuan pangan bisa segera kami salurkan,” jelasnya.
Di Kotim sendiri, bantuan pangan dijadwalkan menyasar 37.754 keluarga penerima manfaat (KPM). Sementara di Kabupaten Seruyan terdapat 8.062 penerima yang juga akan mendapatkan bantuan serupa.
Setiap keluarga nantinya menerima 10 kilogram beras medium serta dua liter minyak goreng merek MinyaKita untuk tiap bulan penyaluran.
“Banpang itu disalurkan untuk dua bulan alokasi, yakni Februari dan Maret 2026,” terangnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan harga kebutuhan pokok.
Selain membantu warga berpenghasilan rendah, bantuan itu juga diharapkan mampu menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di daerah. (*)
Editor : Ayu Oktaviana