Tak Seperti di Palangka Raya, SPBU di Kota Sampit Tanpa Antrean Panjang

Miftahul Ilma • Dipublikasikan Sabtu, 9 Mei 2026 | 15:30 WIB
SPBU di Sampit ramai lancar tanpa antrean.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
SPBU di Sampit ramai lancar tanpa antrean.Miftah/kaltengpos.jawapos.com
 
SAMPIT – Antrean Bahan Bakar Minyak (BBM) tengah ramai diperbincangkan masyarakat Kalteng.
Sejumlah SPBU di Kalteng salah satunya di Kota Palangka Raya memiliki antrean panjang. Wargapun bisa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan BBM. 
 
Namun, hal itu tak terlihat di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sejumlah SPBU di Kota Sampit masih terlihat normal tanpa antrean yang menumpuk. 
 
Hal itu diketahui setelah jajaran Polsek Ketapang melakukan patroli dan pengecekan langsung ke sembilan SPBU pada Jumat pagi (8/5/2026).
 
Petugas menyisir sejumlah titik SPBU di Jalan MT Haryono, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan HM Arsyad hingga kawasan Telaga Baru untuk memastikan distribusi BBM tetap berjalan normal.
 
Dari hasil pemantauan di lapangan, situasi di seluruh SPBU terpantau relatif kondusif. Tidak ditemukan antrean kendaraan mengular maupun kepanikan warga usai penyesuaian harga Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex.
 
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kaposek Ketapang AKP Anis mengatakan pihaknya sengaja turun langsung untuk memastikan tidak ada gangguan distribusi maupun potensi penimbunan BBM di lapangan.
 
“Tidak ada antrean panjang, tidak ada kelangkaan, tidak ada penolakan. Ini bukti masyarakat paham dan situasi tetap kondusif,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026). 
 
Dalam patroli tersebut, polisi juga berdialog dengan pengawas dan operator SPBU. Petugas mengingatkan agar pihak SPBU tidak melayani pelangsir serta tetap menjalankan aturan pembatasan pembelian BBM subsidi seperti Pertalite dan Bio Solar.
 
Pengawasan distribusi BBM disebut akan terus dilakukan guna mencegah penyelewengan, terutama setelah adanya penyesuaian harga bahan bakar non subsidi.
 
“BBM subsidi tidak boleh diselewengkan. Pengawasan akan terus diperketat,” tegasnya.
 
Meski situasi saat ini masih aman, masyarakat tetap diminta membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying yang justru bisa memicu antrean di SPBU. (*)
Editor : Agus Pramono
antrean spbu krisis bbm spbu antrean bbm