SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan penampilan seni bela diri tradisional Kuntau Bangkui sebagai salah satu daya tarik utama pada Karnaval Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) 2026 di Palangka Raya.
Atraksi bela diri khas Dayak tersebut bakal tampil mengiringi mobil hias budaya milik Kotim dalam agenda budaya terbesar di Kalimantan Tengah itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kotim, Ramadansyah, mengatakan pemilihan Kuntau Bangkui bukan tanpa alasan. Seni bela diri tradisional itu dinilai merepresentasikan identitas budaya masyarakat Kotim yang masih terus dijaga hingga sekarang.
“Peragaan seni bela diri Kuntau Bangkui akan tampil di depan mobil hias yang kami siapkan untuk memeriahkan Festival Isen Mulang,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, persiapan penampilan terus dimatangkan menjelang pelaksanaan FBIM.
Sejumlah pendekar senior saat ini rutin menjalani latihan untuk menampilkan gerakan khas Kuntau Bangkui secara langsung di hadapan peserta dan pengunjung festival.
Kuntau Bangkui sendiri dikenal sebagai seni bela diri tradisional masyarakat Dayak Ngaju yang diwariskan turun-temurun. Gerakannya terinspirasi dari bangkui atau beruk hutan Kalimantan yang identik dengan kelincahan dan keberanian.
“Gerakannya terinspirasi dari bangkui atau beruk hutan Kalimantan, yang melambangkan ketangkasan dan keberanian,” katanya.
Selain menjadi pertunjukan budaya, penampilan tersebut juga diharapkan menjadi sarana memperkenalkan warisan tradisional Kotim kepada masyarakat luas, termasuk wisatawan yang hadir pada FBIM 2026.
Festival Budaya Isen Mulang tahun ini mengangkat tema Culture for Dignity dan kembali masuk dalam agenda nasional Karisma Event Nusantara (KEN) 2026.
Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 17 hingga 23 Mei 2026 dan diikuti seluruh kabupaten serta kota di Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Kepala Bidang Kesenian dan Tradisi Disbudpar Kotim, Achmad Syantri, menyebut Kuntau Bangkui kini telah memiliki pengakuan resmi sebagai Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) dari Kementerian Hukum dan HAM RI sejak 2025.
“Kami ingin Kuntau Bangkui semakin dikenal masyarakat luas dan tetap lestari sebagai budaya asli daerah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pelestarian Kuntau Bangkui terus dilakukan melalui pembinaan generasi muda hingga aktivitas perguruan silat tradisional di Kotim agar seni bela diri tersebut tidak hilang ditelan zaman. (*)
Editor : Ayu Oktaviana